SIARINDOMEDIA.COM – Pondok Pesantren Sunan Kalijogo di Jabung menerima kunjungan ziarah dari rombongan peziarah asal Kendal, Ahad (29/12/2024). Rombongan ini merupakan jamaah Almaghfurlah KH Nur Salim, pendiri pondok pesantren tersebut.
Rombongan peziarah ini 60 orang dengan menggunakan 1 bis pariwisata.
Ziarah ini merupakan agenda rutin tahunan jamaah manaqiban yang diketuai Sya’roni.
Menurut salah satu anggota rombongan, Siti Mualifah, pemberangkatan dimulai pada pukul 07.15 WIB sehari sebelumnya.
Rute perjalanan meliputi makam Syekh Jumadil Kubro di Semarang, makam Mbah Kholil di Bangkalan, serta Batu Ampar, sebelum tiba di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung pada pukul 07.00 WIB.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Blitar sebagai tujuan akhir sebelum pulang.
Keunikan ziarah di pondok pesantren ini adalah para peziarah ke makam KH. Nur Salim selalu mendapatkan jamuan khusus dan dilayani seperti tamu kehormatan.

Hal ini dijelaskan oleh Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih al-Bukhari, juz 8, halaman 32:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، جَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ، وَالضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ، فَمَا بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ
Artinya: “Siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menghormati dan menjamu tamu. Jamuannya adalah kebutuhan hidup siang dan malam hari. Keutamaan menjamu tamu adalah selama tiga hari, sedangkan setelahnya dianggap sedekah.”
Menurut Ning Eni (putri dari almaghfulah KH. Nur Salim), rombongan kali ini berbeda dari biasanya.
“Jamaah ini bukan kelompok manaqiban yang biasa datang ke sini. Mereka adalah bagian dari rombongan Kendal yang dipimpin oleh Pak Andik kakak dari Pak Sya’roni, kelompok utama jamaah tersebut,” jelasnya.












