SIARINDOMEDIA.COM – Suasana di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang pada hari terakhir pendaftaran Pilkada Wali Kota 2024 diwarnai berbagai peristiwa yang tidak terduga. Salah satunya adalah angin kencang yang menerpa lokasi pendaftaran, menyebabkan kekacauan dan menambah ketegangan di momen krusial tersebut. Terjangan angin kencang seolah jadi pertanda berakhirnya pendaftaran Calon Wali Kota 2024.
Sekitar pukul 13.00 WIB, angin tersebut meningkat intensitasnya, menyebabkan tenda-tenda yang digunakan untuk titik tunggu terombang-ambing dan menyebabkan salah satu televisi utama Kantor KPU terjatuh.
Tak hanya televisi, karpet merah sebagai jalan masuk pasangan calon Wali Kota juga berhamburan.
Kantor KPU yang mulanya bersih, kini menjadi kotor dikarenakan debu dan daun yang berguguran. Puluhan orang berlarian mencari tempat yang aman.
Petugas KPU bersama dengan relawan dan pihak keamanan langsung turun tangan untuk memperbaiki dan mengamankan lokasi agar proses acara tetap berjalan lancar.
Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau cedera akibat kejadian ini.
[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2024/08/29/pilkada-kota-malang-heri-cahyono-ganisa-rumpoko-ke-kpu-dengan-iringan-atraksi-bantengan/”]
KPU juga meminta bantuan dari berbagai instansi terkait untuk mendukung penanganan cuaca ekstrim ini, termasuk pihak kepolisian dan TNI.
Salah satu saksi, Rere, menyatakan dia panik karena angin yang kencang beberapa detik itu dapat menjatuhkan kamera mahalnya.
“Iya panik dong, Mbak. Ini kamera kantor nanti kalau jatuh kan bisa bahaya, saya lagi enak-enak foto suasana KPU tiba-tiba anginnya lewat,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya hari terakhir pendaftaran, para calon kini memasuki tahap berikutnya dalam persiapan Pilkada Kota Malang 2024.
Sementara itu, masyarakat Kota Malang diharapkan untuk memberikan dukungan dan hak suara mereka pada 27 November mendatang, saat pilkada serentak akan dilaksanakan.
Kondisi yang tidak terduga hari ini menjadi pengingat bahwa setiap tahapan dalam pemilihan umum selalu diwarnai dengan berbagai dinamika. Namun, dengan semangat dan dedikasi, semua pihak tetap berkomitmen untuk menjalankan proses demokrasi dengan baik demi masa depan Kota Malang yang lebih baik.















