SIARINDOMEDIA.COMĀ – Di tengah riuhnya kesibukan akademik, Bryan Pramana Putra, seorang mahasiswa asal Landungsari, Kabupaten Malang, berhasil mencuri perhatian dengan karya skripsinya yang memadukan seni dan kepedulian lingkungan.
Karya skripsi Bryan yang mengangkat tema Badak Jawa tidak hanya menonjolkan sisi ilmiah, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang pelestarian satwa yang terancam punah ini.
Dalam pameran bertajuk Simfoni Rupa yang ia gelar bersama temannya di ruang Workshop Seni gedung Malang Creative Center (MCC), Bryan meyakini bahwa karyanya dapat menjadi pengingat pada masyarakat terkait pentingnya menjaga satwa endemik.
“Saya memilih tema ini untuk mengkomunikasikan, untuk menyindir masyarakat mengenai terancam punahnya Badak Jawa,” terang Bryan pada reporter Siarindo Media, Kamis (15/8/2024).
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) sendiri merupakan salah satu spesies badak paling langka di dunia, kini hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat. Populasi mereka yang semakin menipis, dengan jumlah yang diperkirakan tidak lebih dari 80 ekor, menjadikan Badak Jawa berada di ambang kepunahan.
Bagi Bryan, ini bukan sekadar topik akademik, tetapi juga upaya nyata untuk menyuarakan pentingnya konservasi Badak Jawa kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Sebagai mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Prodi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang (UM), Bryan juga mengalihwahanakan karya skripsi tersebut dalam bentuk seni lukis dekoratif dengan teknik digital.

Seni dekoratif yang dipilih Bryan menampilkan Badak Jawa dalam balutan motif-motif tradisional yang kaya warna dan simbolisme. Dengan menggunakan teknik digital, Bryan berhasil menciptakan karya seni yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh hati para penikmatnya.
“Enam karya ini kurang lebih prosesnya dua bulan,” terang mahasiswa angkatan 2020 tersebut.
Bryan percaya bahwa seni memiliki kekuatan besar untuk menginspirasi perubahan. Dengan memadukan ilmu pengetahuan dan seni, ia berharap dapat menggerakkan lebih banyak orang untuk peduli dan terlibat dalam upaya konservasi Badak Jawa.
“Harapan saya terkait penciptaan karya lukis ini agar masyarakat atau penikmat karya dapat bersimpati atas kondisi dari hewan ini,” ucap Bryan.
“Serta dapat menjaga kelestarian hewan endemik jawa khususnya Badak Jawa agar tidak terancam punah dan tidak terjadi kepunahan,” pungkasnya.













