SIARINDOMEDIA.COM – Air mata bahagia tak dapat dibendung Rika Dwi Rahmawati kala dirinya melihat pengumuman Ujian Tulis Universitas Gadjah Mada, Jumat (9/7/2024).
Penantian tiga tahun lamanya terbayar lunas dengan warna biru, tanda dirinya akan berkuliah bersama kampus biru UGM. Rika, sapaan akrabnya, menceritakan perjuangannya dalam meraih kampus impian.
Dimulai dari dirinya lulus SMA, besar harapnya untuk lolos SNBT dan SNBP. Di kesempatan itu, mahasiswa asal Gunung Kidul, DIY, itu memasang keberuntungan di UNY dan UGM. jalan terjal harus ia lewati demi menggapai mimpi, mulai dari menempuh perjalanan berjam-jam hingga belajar larut malam. Namun dewi fortuna belum perpihak kepadanya. Rika harus menelan pil pahit bahwa dirinya ditolak.
Rika mencoba peruntungannya dengan mengikuti kembali SNBT dan Ujian Mandiri di beberapa kampus. Berbekal dengan uang tabungan yang disisihkan kala bekerja, dia tak ingin membebani orang tua sepeserpun.
Lagi, dan lagi, niat baik untuk menempuh pendidikan tinggi tampaknya tak berjalan mulus. Rika harus menelan pil pahit dua kali. Dari dua universitas yang dia pilih, UGM dan UNY tak ada satu pun memberi lampu hijau.
[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2024/07/29/antusiasme-mahasiswa-baru-kala-pionir-gadjah-mada-berlangsung/”]
Tak ingin waktunya terbuang percuma, Rika mengisi hari-harinya dengan bekerja di sebuah toko retail. Di sela-sela aktivitasnya, dia tak lupa membaca buku dan berlatih soal ujian.
Menyadari tahun ini adalah kesempatan terakhirnya, Rika hanya bisa pasrah apabila usaha yang selama ini dia jalani tak sesuai dengan harapannya.
Tibalah waktu pengumuman Utul (ujian tulis dari UGM), semula dia tak berharap banyak. Bahkan sempat menduga dirinya gagal kembali dan enggan membuka hasil pengumuman. Sehari setelahnya, dia pun membuka dan melihat impian untuk kuliah di PTN favorit se-Indonesia akhirnya menjadi kenyataan. Dirinya dinyatakan lolos di prodi bahasa dan sastra Jawa Universitas Gadjah Mada.

Lewat perjuangannya, dia berpesan kepada calon mahasiswa untuk tidak mudah menyerah menggapai kampus impian.
“Selama ada kesempatan, kenapa tidak” pungkasnya. (Muhammad Ali Rohmatullah)












