SIARINDOMEDIA.COM – Dalam era informasi yang serba cepat, kemampuan literasi menjadi semakin krusial. Namun, ironisnya banyak siswa di Indonesia yang masih kesulitan memahami informasi yang mereka baca atau dengar. Padahal, literasi adalah kunci untuk sukses di era digital.
Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara efektif dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru.
Seperti yang dirasakan Eryka, guru MI Muslimat NU Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember. Dia merasakan tingkat literasi pada siswanya cukup rendah, meski mereka sudah giat belajar.
[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2023/12/16/siswa-siswi-sdn-landungsari-2-semarakkan-giat-safari-literasi/”]
Ternyata cara belajar yang mereka sukai tidak pada kegiatan membaca, melainkan pada hal-hal yang berbau kreativitas dibandingkan membaca ataupun menulis.
“Para murid terlihat lebih semangat jika berhubungan dengan menggambar atau membuat karya dari origami serta barang-barang bekas,” ucap Eryka.
Tentu saja hal ini menjadi tantangan terbesar bagi seorang guru. Apalagi di era digital seperti ini sangatlah penting untuk literasi karena dengan memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik, siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran dan menyelesaikan tugas-tugas.

Strategi yang digunakan Eryka adalah dengan menciptakan suasana kelas menjadi kondusif terlebih dulu, kemudian mendorong diskusi dan refleksi bagi murid. Hal ini dapat membuat muridnya memiliki pemahaman yang lebih baik dari apa yang sudah mereka baca.
Kebiasaan membaca yang rendah membuat kemampuan kognitif siswa juga rendah. Dampak ini akan terus menjalar pada perkembangan sumber daya manusia (SDM), seperti menurunnya sikap toleransi yang dapat menyebabkan siswa menjadi pembangkang.
Solusi yang dipakai Eryka adalah dengan membiasakan siswa untuk membaca buku sesuai keinginannya, seperti buku memasak, olahraga, dll. Kemudian penting bagi sekolah untuk menyediakan sudut baca yang menarik di setiap kelas, supaya para siswa bisa membaca dengan bebas dan yang paling penting adalah membuat jadwal membaca secara rutin.














