SIARINDOMEDIA.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly (STAIMA) Al-Hikam Malang menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema ‘Empowering Educators: Enhancing Teaching Skills and Professional Growth’, Kamis (18/7/2024).
Acara yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan pertumbuhan profesional para pendidik ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed., dan Laily Abida S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Ketua STAIMA Al-Hikam Malang, Dr. Mochamad Nurcholiq, M.Pd., membuka seminar dengan sambutan inspiratif yang menekankan pentingnya profesi guru. Dia mengingatkan menjadi guru bukan hanya tentang mengajar orang lain, tetapi juga tentang proses pembelajaran diri sendiri yang terus-menerus.
“Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain. Namun perlu diingat, proses menjadi guru adalah proses belajar juga,” tegasnya.
Dia menambahkan, seorang guru yang berhenti belajar dan hanya mengandalkan ilmu lama akan tertinggal oleh perkembangan zaman.
Sementara itu, dalam presentasinya, Prof Like Raskova Octaberlina memperkenalkan konsep ‘smile teaching’, sebuah pendekatan yang mengutamakan senyuman dalam proses mengajar.
Menurutnya, senyuman dapat menciptakan suasana nyaman baik bagi pengajar maupun siswa, sehingga dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.
“Teori smile teaching ini mengajarkan kita untuk selalu tersenyum, sehingga saat kita mengajar atau bekerja, orang-orang di sekitar kita akan merasa nyaman,” ujarnya.

Prof Like juga menyoroti pentingnya kualitas suara dalam mengajar. Dia mengingatkan para peserta seminar untuk menjaga volume suara mereka agar tidak terlalu keras atau terlalu lirih.
“Saat berbicara jangan terlalu keras maupun lirih. Kalau seandainya ada yang ingin masuk lembaga pendidikan pasti ada praktek mengajar, kendala biasanya pelamar yaitu suaranya pelan,” jelasnya.
Dia menekankan guru tidak hanya bertugas mengajarkan ilmu, tetapi juga harus mampu memotivasi murid untuk mau belajar.
Selain itu, Prof Like mengingatkan, guru harus mampu bersaing dengan informasi yang mudah diakses melalui internet.
“Musuh seorang guru saat ini adalah internet. Mereka mau mencari apapun pasti ada, oleh sebab itu kita sebagai pengajar harus bisa menarik siswa untuk belajar,” katanya.

Dia juga menekankan pengajar harus fleksibel dan tidak mendoktrin murid untuk mengikuti apa yang dia mau, melainkan harus meyakinkan murid bahwa mereka bisa belajar dengan cara mereka sendiri.













