SIARINDOMEDIA.COM – Universitas Islam Malang (UNISMA) mengangkat Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd, Ph.D sebagai Rektor baru periode 2024-2028, menggantikan Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si pada hari Senin (1/7/2024).
Penjabat Wali Kota Malang memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini, yang tidak lepas dari kegigihan Prof. Junaidi.
Dalam podcast yang di ABM Inside, Senin (15/7/2024), dia bercerita panjang lebar dan mengungkap latar belakang hingga titik sekarang menjabat sebagai Rektor UNISMA.
Lahir di Lumajang sebagai anak desa dan tanpa menyelesaikan TK, Prof Junaidi berhasil menyelesaikan SD, yang merupakan pencapaian langka pada masanya.
“Lulus SD sudah setara dengan lulus SMA saat itu, karena banyak yang menikah atau bekerja di usia muda,” kenangnya.
Setelah itu, dia melanjutkan ke IKIP Malang dan berhasil menjadi salah satu dari 25 peserta dari 1097 yang lolos seleksi. Meski jurusan yang diambil tidak sesuai harapannya, dia tetap berkomitmen untuk menjadi guru dan membimbing anak-anak.
“Awalnya saya tidak tahu apa yang saya pikirkan, memilih jurusan pendidikan bahasa Inggris meski teman-teman sudah mahir. Saya seperti merangkak sementara mereka sudah bisa berlari,” ujar Prof Junaidi.
Kegigihan dan Semangat Adalah Kunci Perjalanan Suksesnya.
Karena ketidak mahirannya dalam berbahasa inggris, dia sempat mendapatkan nilai C di semua mata kuliah yang berhubungan dengan bahasa inggris. Namun, hal ini tidak membuatnya semangat dan ber-inisiasi untuk membentuk kelompok Under Student berisikan mahasiswa yang memang tidak mahir dalam ber-bahasa inggris di jurusannya.
Pria kelahiran 3 April 1967 ini gigih untuk terus belajar di dalam kelompok tersebut hingga mendapatkan C+ di semua mata kuliah bahasa inggris.
“Seenggaknya kan ada peningkatan selama itu” ucapnya.
Meski awalnya tidak mahir dalam bahasa Inggris dan mendapat nilai C di semua mata kuliah terkait, Prof Junaidi tetap semangat walau sempat terpikir untuk pindah jurusan karena tidak mampu. Namun, itu bukanlah sebuah halangan baginya. Dia membentuk kelompok studi untuk mahasiswa yang kesulitan berbahasa Inggris, berusaha keras hingga mendapatkan nilai C+ sebagai peningkatan.
“Setidaknya kami berusaha maksimal untuk saat itu, dan kedepannya pun begitu walau pun tidak signifikan”
Di semester 5, dia menerima beasiswa dari Mobil Oil Indie, diikuti beasiswa ikatan dinas di semester 7, yang menjamin kerja sebagai PNS setelah lulus. Dia menyelesaikan pendidikan dalam 9 semester meski ada mata kuliah bahasa inggris yang sempat tertunda.
Setelah menjadi dosen di UNISMA atas rekomendasi rektor, Prof Junaidi melanjutkan studi S2 meski ragu dengan kemampuan bahasa Inggrisnya. Namun, dukungan rektor membawanya meraih wisudawan terbaik. Keberhasilan ini membawanya pada kesempatan melanjutkan S3 ke Australia, di mana ia berhasil dengan baik.
Setelah kembali, Prof Junaidi berkontribusi dalam meningkatkan reputasi akademik UNISMA dan menjalin kerjasama internasional dengan berbagai perguruan tinggi. Perjuangannya membuat UNISMA berkembang pesat, menjadikannya sosok terpercaya untuk memimpin kampus. (Andrian Ahmad Maulana)













