SIARINDOMEDIA.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang bekerja sama dengan Al-Fatih Khitan Care dan didukung Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, sukses menyelenggarakan acara khitan masal yang diadakan di STAIMA Al-Hikam Malang, Minggu (14/7/2024).
Acara khitan berlangsung tertib dan ramai dihadiri anak dan orang tua wali. Acara ini diikuti 100 anak yang awalnya berjumlah 105.

Pj Wali Kota Malang menyampaikan banyak terobosan yang diberikan BAZNAS sendiri.
“Banyak program yang kita belum bisa langsung adakan yang disebabkan oleh keterbatasan anggaran, dan juga mekanisme. Kalau BAZNAS sendiri tidak ada prosedur pencairan dana dan lain-lain. Kita banyak terbantu oleh BAZNAS,” ucapnya.
Menurut Ketua BAZNAS Kasuwi Saiban, salah satu alasan kenapa orang tua menarik anak mereka adalah karena acara ini bertepatan di Bulan Suro.
“Kita tahu bahwa orang Jawa ini masih kuat dengan hal mistis. Jadi bulan suro ini jangan diadakan kegiatan seperti ini dan semacamnya. Padahal bulan suro ini bulan yang bagus. Nabi Ibrahim sukses di bulan suro, nabi Ya’kub sukses di bulan suro. Dan banyak lagi nabi yang sukses di bulan suro, tapi alhamdulillah BAZNAS merubah mindset itu,” tuturnya.
Kegiatan khitan massal ini merupakan kegiatan untuk turut menyemarakkan Bulan Muharram 1446 H dengan melibatkan mitra dari BAZNAS di antaranya OJK Malang, PMI kota Malang, Muslimat PCNU Kota Malang dan STAIMA Al-Hikam yang didukung Siarindo Media.

Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan Zakat BAZNAS Kota Malang Edi Hayatullah juga menyampaikan rasa terima kasih atas semua dukungan dari berbagai pihak atas terselenggaranya acara ini.
“Ucapan terima kasih dan apresisi kepada para muzakki baik individu maupun ASN dari UPZ OPD Pemkot Malang. Total peserta 100 anak dari wilayah Kota Malang dengan rentang usia 3 – 14 tahun. Fasilitas yg diterima snack, sarung dan uang saku sebesar Rp200 ribu (per anak),” tambahnya.
Sunat atau khitan ceria ini menggunakan metode sunat modern yang cenderung lebih sederhana dibanding proses sunat yang lama.
Sebagaimana disampaikan Dr. Habib Muzaki selaku ketua penanggung jawab dokter yang bertugas, proses khitan ini tanpa menggunakan jarum suntik dan jahitan.
“Harapannya anak yang disunat itu tidak takut. Untuk alatnya kita pakai laser. Untuk jahitnya kita ganti dengan sistem lem. Itu lebih simple dan agar anak itu besoknya sudah bisa beraktivitas normal lagi. Satu hari langsung bisa mandi,” ucapnya.
“Kita membawa tim total sekitar 15 operator dan saya sendiri. Dimana 15 orang ini gabungan dari klinik Al-Fatih Bondowoso dan dari Klinik Brigif Malang,” tambahnya.

Para orang tua anak juga merasa senang dengan adanya acara untuk umum seperti ini. Mereka merasa terbantu dengan adanya program yang memberi ruang untuk publik.
“Saya mendapatkan berita acara ini dari tempat ngaji anak saya. Acaranya gratis dan sudah dapat bingkisan juga. Saya juga baru pertama kali ikut acara sunat massal ini,” tutur Ica, salah satu orang tua anak yang ikut dalam acara khitan massal.
Pewarta: Lalu Ahmad Albani Atsauri dan Khairur Roziqin













