KUNJUNGI KANTOR PWI MALANG RAYA, GUS FARIH BAHAS BERBAGAI PERSOALAN TERKINI PERKOTAAN

SIARINDOMEDIA.COM – Ahmad Farih Sulaiman, akrab disapa Gus Farih, Senin (24/6/2024) mengunjungi kantor PWI Malang Raya. Berdiskusi dengan para wartawan dalam konteks sinau bareng, Gus Farih yang menjadi narasumber membahas berbagai persoalan terkini, termasuk problem-problem perkotaan. Diskusi berlangsung santai.

Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono, mengatakan masalah krusial di kota saat ini meliputi banjir, karut marutnya zonasi dan amburadulnya pelayanan kesehatan.

Menurutnya PR besar bagi Kepala Daerah yang terpilih mendatang untuk menuntaskan tiga masalah tersebut.

“Maka perlu diskusi bersama untuk mengurai berbagai problematika tersebut,” ungkap Cahyono.

Hasil dari diskusi ini diharapkan menjadi pijakan dalam menata Kota Malang lima tahun mendatang. Apalagi bakal calon kepala daerah seperti Gus Farih ini memiliki potensi besar untuk memimpin kota pendidikan.

Gus Farih merupakan anggota legislatif Komisi D DPRD Kota Malang. Dia juga Ketua Fraksi PKB yang mencalonkan diri menjadi Wakil Walikota (Wawali) Malang 2024-2029.

Berbagai amanah sosial dia emban, diantaranya Ketua Garda Bangsa Kota Malang serta menjadi pengurus Forum Komunikasi Pendidikan Al Quran (FKPQ) Kota Malang.

Gus Farih bersama Ketua PWI Malang Raya, Cahyono
CENDERAMATA. Gus Farih bersama Ketua PWI Malang Raya, Cahyono. Foto: Ist

Sebagai anggota Komisi D yang membidangi pendidikan, dia paham benar upaya pihak Pemerintah yang sudah berupaya membiayai sekolah swasta agar pendidikan menjadi gratis.

Termasuk juga ikhtiarnya, SMP Negeri di Kota Malang sudah ditambah. Hingga saat ini SMPN sudah mencapai 30 sekolah. Namun hal tersebut dia yakini ditambah berapa pun tidak akan menjawab permasalahan daya tampung.

“Menurut saya, salah satu solusi dengan memberdayakan sekolah-sekolah swasta yang telah ada,” ucapnya.

Masalah kesehatan, Gus Farih mengusulkan Kota Malang harusnya memiliki Big Data yang bisa diakses lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Dia menilai akar masalah layanan kesehatan beserta programnya tak jalan lantaran data antar dinas tidak sinkron.

“Dengan dibuatnya Big Data, demikian pula basis teknologi akan kuat di Kota Malang, dan mengatasi masalah ketidaksinkronan program,” urainya.

Mengurai masalah banjir, Gus Farih menekankan ini problem tahunan, dan tak perlu saling menyalahkan. Menurutnya, ini hanya perlu evaluasi dan intropeksi diri. Dimana masyarakat diharapkan memiliki kesadaran tinggi untuk tidak membuang sampah di sungai.

“Pemerintah Daerah memang perlu mengeluarkan Perda dengan sanksi yang tegas, agar ada efek jera,” tandasnya.

Termasuk pengembang perumahan juga menyumbang potensi banjir di Kota Malang. Mereka tidak menyediakan fasilitas umum (Fasum) dan lahan hijau. Juga lahan makam penghuni perumahan yang semestinya harus disediakan.

“Jangan sampai unit rumah sudah terjual semua, baru diserahkan ke Pemerintah Daerah,” pungkasnya. (*)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *