SIARINDOMEDIA.COM – Salah satu content creator dan peneliti muda asal Pauruan, Thabed Tholib Baladraf berbagi ilmu personal branding bersama Humaniora Digital Center (HDC) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di ruang Literasi Perpustakaan UIN Malang, Sabtu (22/6/2024).
Acara yang bertajuk “Bukan Flexing, Its Called Personal Branding” ini berhasil menyedot perhatian mahasiswa UIN Malang dari berbagai jurusan dan fakultas.
Chief Executive Officer (CEO) HDC UIN Malang, Ninu Asyifa Firdaus mengungkapkan, bahwa acara ini merupakan kali pertama yang digelar HDC UIN Malang dengan mendatangkan pemateri dari luar kampus.
“Alhamdulillah acara ini merupakan yang pertama kami gelar dengan diisi langsung pemateri dari luar,” ucap Ninu pada Siarindo Media.
“Karena HDC sendiri juga baru berdiri dan belum genap satu tahun,” sambungnya.

Dalam sesi pembukaan, Thabed memperkenalkan diri dan latar belakangnya dalam dunia digital branding. Eks mahasiswa Teknologi Industri Pertanian Universitas Jember ini telah sukses membangun reputasi yang kuat di level nasional bahkan internasional.
Pemuda berusia 22 tahun tersebut berbagi pengalaman dan strategi suksesnya dalam membangun personal branding yang autentik dan efektif di era digital ini.
“Personal branding bukan sekadar tentang memperlihatkan diri kita, tapi bagaimana kita bisa menjadi nilai tambah di tengah kompetisi yang semakin ketat,” ucap pemuda dengan 250 lebih inovasi ilmiah tersebut.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara Thabed dengan peserta. Para peserta aktif bertanya tentang strategi konkret yang bisa diterapkan dalam membangun personal branding mereka sendiri serta tantangan yang sering dihadapi dalam perjalanan tersebut.
Tidak cukup di situ, para peserta juga diberi akses untuk mengukur karakteristiknya di dunia kerja dengan menggunakan tools Tes DISC (Dominance, Influence, Steadiness, Conscientiousness).
Tes DISC adalah sebuah alat untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian. Alat ini pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston.
Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara professional maupun secara personal.
Ninu berharap, agenda ini menjadi langkah awal bagi lebih banyak orang untuk memahami pentingnya membangun personal branding yang kuat dan konsisten.
“Dengan pengetahuan yang didapat, diharapkan para peserta dapat menerapkan strategi ini dalam karier dan kehidupan mereka untuk mencapai kesuksesan di era digital yang terus berkembang,” tandas mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab tersebut.

Sebagai penutup, Thabed memberikan motivasi terakhir kepada para peserta untuk terus mengasah keunikan diri dan berani tampil beda, sebagai kunci utama untuk menonjolkan diri di tengah keramaian informasi digital saat ini.
“Kemajuan zaman terutama pesatnya perkembangan digital jadi pisau bermata dua khususnya bagi para pemuda, jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik maka kita akan terakselerasi, kuncinya pemuda harus pintar memfiltrasi dan melihat peluang yang datang,” urainya.
“Begitupun jika kita gagal memanfaatkannya maka kita akan terdestruksi. Manfaatkan sebaik mungkin kemajuan digital terutama media dosial ini dan harus berani beri tahu dunia bahwa kalian hebat,” pungkas mentor riset professional Science Hunter Indonesia tersebut.













