FILM ‘IPAR ADALAH MAUT’ VIRAL DI BIOSKOP, BAGAIMANA ADAB DENGAN IPAR DALAM ISLAM?

SIARINDOMEDIA.COM – Setelah viral melalui akun TikTok @elizasifaa, kisah nyata ‘Ipar adalah Maut’ juga meledak dan menarik perhatian netizen di bioskop. Melansir Instagram @sinema911 pada Selasa, (18/6/2024), film ini meraih 1.003.246 penonton di hari kelima penayangannya.

‘Ipar adalah Maut’ bercerita tentang pasangan suami istri Aris (Deva Mahendra) dan Nisa (Michelle Ziudith) yang tinggal bersama Rani (Davina Karamoy), adik kandung Nisa alias ipar dari Aris. Hal semacam ini tentu sudah banyak terjadi di kehidupan nyata.


Namun, tahukah kamu kisah yang telah dibeli oleh MD Entertaintment melalui produser Manoj Punjabi ini telah dijelaskan dalam Islam?

Lantas bagaimana Islam mengatur hubungan antara suami/istri dengan ipar lawan jenis?

Melansir laman Hidayatullah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat sedang bersama dengan ipar lawan jenis. Di antaranya:

1. Para istri atau wanita dilarang berhias kecuali di hadapan dan untuk menyenangkan suaminya.

2. Wanita dilarang membukakan pintu untuk semua tamu laki-laki saat sedang sendirian di dalam rumah, termasuk pada ipar lawan jenis.

3. Jika terpaksa berkomunikasi dan berinteraksi, gunakanlah tirai atau hijab (pembatas) agar tidak terjadi fitnah antara wanita dan laki-laki yang bukan muhrim.

4. Berusaha selalu menjaga pandangan dan bagi wanita hendaknya bersuara tegas dan jelas. Karena suara wanita yang lemah lembut dan mendayu-dayu bisa membuat pria tergoda hingga menimbulkan syahwat.

5. Jika terpaksa harus serumah dengan ipar lawan jenis, pastikan bahwa berduaan benar-benar dapat diminimalisir. Bahkan kalau bisa ditiadakan di dalam rumah. Sehingga, keadaan keluarga dan rumah tangga bisa terjaga dengan baik sebagaimana tuntunan Islam.

Hal ini pun telah tertuang dalam firman Allah SWT dalam Al-Quran:

ٱسْتِكْبَارًا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَكْرَ ٱلسَّيِّئِ ۚ وَلَا يَحِيقُ ٱلْمَكْرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِۦ ۚ فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ ٱلْأَوَّلِينَ ۚ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَبْدِيلًا ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَحْوِيلًا

ISTIKBĀRAN FIL-ARḌI WA MAKRAS-SAYYI`, WA LĀ YAḤĪQUL-MAKRUS-SAYYI`U ILLĀ BI`AHLIH, FA HAL YANẒURỤNA ILLĀ SUNNATAL-AWWALĪN, FA LAN TAJIDA LISUNNATILLĀHI TABDĪLĀ, WA LAN TAJIDA LISUNNATILLĀHI TAḤWĪLĀ

Artinya: “Karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu..” (QS. Fathir [35]: 43).

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *