SIARINDOMEDIA.COM – Warga Gaza melaksanakan salat Idul Adha di dekat reruntuhan masjid yang hancur akibat serangan udara Israel.
Mereka salat Idul Adha dikelilingi puing-puing rumah dan bangunan yang hancur di bekas lokasi Masjid Al Rahma di Kota Khan Younis di Gaza selatan.
Idul Adha, salah satu Hari Raya besar umat Islam, diperingati dengan kesedihan warga Palestina. Bombardir Israel selama berbulan-bulan meninggalkan kehancuran dan kesedihan tak terperi bagi warga sipil Gaza.
“Hari ini adalah bulan kesembilan (serangan Israel). Lebih dari 37 ribu orang syahid, lebih dari 87 ribu orang terluka dan ribuan rumah hancur,” kata Abdullah Abu Samra, seorang pengungsi Palestina, setelah salat Idul Adha.
“Rakyat kami hidup dalam keadaan yang sangat sulit,” imbuhnya.
Di Deri al Balah di Gaza tengah, umat Islam melakukan salat Idul Adha di sebuah sekolah yang diubah menjadi tempat penampungan pengungsi. Di saat yang sama, sebagian kaum perempuan dan anak-anak mengunjungi makam untuk mendoakan orang-orang terkasih yang telah pergi mendahului.
Warga Palestina lainnya berkumpul di kompleks al Aqsa untuk melaksanakan salat Idul Adha.
Warga Palestina di Gaza berkumpul untuk Shalat Idul Adha diantara puing-puing Kamp Jabalia pada 16 Juni 2024.
Idul Adha
Palestine Will Be Free pic.twitter.com/WRk7wsiWy9— ¥@N’$ (@yaniarsim) June 16, 2024
Agresi Israel yang dilakukan dalam skala massif tak hanya merenggut puluhan ribu jiwa, tetapi juga menghancurkan ribuan pemukiman dan berbagai fasilitas dasar yang dibutuhkan warga Gaza. Hal ini pada akhirnya mendorong Timur Tengah ke jurang konflik regional yang dapat melibatkan negara-negara besar di kawasan tersebut.
Pihak militer Israel mengumumkan ‘jedah taktis’ dalam serangannya di Gaza selatan untuk memungkinkan dikirimkannya konvoi bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar.
Penghentian sementara serangan dilakukan saat umat Muslim tengah merayakan Idul Adha. Itu juga atas desakan PBB dan lembaga-lembaga kemanusiaan.
Sementara itu, perayaan Idul Adha di seluruh dunia berlangsung dengan penuh suka cita. Sebagian negara merayakannya pada hari Minggu, sebagian lagi, seperti Indonesia, merayakannya pada hari Senin.
Masjid-masjid dan tempat terbuka di Beirut (Lebanon), Mosul (Irak), Instanbul (Turki) dan kota-kota besar lainnya dipenuhi masyarakat yang berbondong-bondong untuk melaksanakan salat Idul Adha.
Di Kairo, Mesir, ribuan balon dilepaskan setelah salat di taman luas di luar Masjid El-Seddik.

Di Rusia, puluhan ribu umat Muslim melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Agung Moskwa dan di sepanjang jalan utama Moskovsky di St Petersburg. (TON)













