INDONESIA AJARKAN INDAHNYA TOLERANSI BERAGAMA
Selain itu, Sheikh Abdul Karim mengungkapkan Indonesia telah mengajarkan banyak hal kepada dirinya, terutama tentang kehidupan bertoleransi. Salah satunya, berdirinya Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral secara berdampingan dan bahkan adanya lorong penghubung kedua tempat ibadah ini, menunjukkan kehidupan toleransi beragama di Indonesia sangat baik.
“Maksud saya, toleransi ini adalah peradaban antara masyarakat yang unik. Jadi, ini adalah pelajaran yang akan saya bawa saat kembali ke negara saya,” ujarnya.
Kemudian, pada kesempatan ini dia pun mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha kepada rakyat Indonesia dan juga rakyat Rwanda sembari mendoakan agar kedamaian dan kemakmuran senantiasa menyelimuti penduduk dunia.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi kita ke depan dan memberikan kedamaian dan kemakmuran kepada kita semua,” doanya.
Sementara itu, Perwakilan Duta Besar Malaysia Atase Agama Mohd. Shamsuri bin Ghazali menuturkan bahwa Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada seluruh umat Islam di dunia. Dia juga mengatakan, terdapat empat perkara yang diperoleh umat Islam melalui peringatan Iduladha ini. Adapun empat perkara tersebut diawali dengan huruf T.
T pertama adalah Ta’aruf. Idul Adha menjadi ajang bagi kaum Muslimin dan Muslimat untuk berta’aruf satu sama lain di hari yang penuh berkah ini. Kedua, Tafahum, sebagaimana hubungan sahabat baik antara Indonesia dan negara Jiran, Malaysia.
“Kemudian daripada Ta’aruf, Ta’fahum ini insya Allah akan lahirlah Ta’awun antara kita semua. Dan akhirnya ketiga-tiga ini akan merangkul T yang terakhir itulah Takaful,” sebutnya.
Selanjutnya, Shamsuri berharap, nikmat silaturahmi yang diberikan oleh Allah SWT melalui Hari Raya Idul Adha dapat diperkuat dengan empat perkara yang sebelumnya ia sebutkan.
“Insya Allah, silaturrahmi nikmat melalui Idul Adha ini kita akan perkuatkan melalui empat T yang kita sama-sama rasakan wujud dalam diri kita sebagai Muslim dan Muslimat yang sentiasa percaya kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Hadir pada kesempatan ini secara langsung di antaranya, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar beserta segenap jajaran Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, serta para pejabat Kementerian Agama. Di samping itu, turut hadir secara virtual Dubes Indonesia untuk Maroko Hasrul Azwar, Dubes Indonesia untuk Spanyol Muhammad Najib, Dubes Indonesia untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares, dan Dubes Indonesia untuk Turki Achmad Rizal Purnama. (*)











