PERENANG TRANSGENDER LIA THOMAS DILARANG BERTANDING DI OLIMPIADE PARIS 2024

SIARINDOMEDIA.COM – Perenang transgender asal AS, Lia Thomas, tak diizinkan berlaga di Olimpiade Paris 2024. Pengadilan Arbitrase Olahraga menolak tegas banding terhadap kebijakan yang melarang atlet transgender berkompetisi di kategori putri.

“Dia hanya berhak berkompetisi di Kejuaraan Renang AS. Tapi tidak memenuhi syarat untuk bertanding di ‘Elite Events’, demikian pernyataan Pengadilan Arbitrase Olahraga dalam putusan setebal 24 halaman.

Keputusan tersebut dikeluarkan beberapa hari menjelang uji coba tim Olimpiade AS yang dijadwalkan berlangsung Sabtu lusa di Indianapolis.

Lia Thomas sendiri menanggapi kebijakan itu dengan menyebutnya sebagai ‘tidak sah dan melanggar hukum’, ‘diskriminatif’ serta bertentangan dengan Piagam Olimpiade.

Meski demikian, pengacara perenang bertinggi 1,85 meter itu belum berencana mengambil tindakan apa pun terkait keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga yang bermarkas di Swiss tersebut.

Sebagai informasi, Lia Thomas sempat viral dan menjadi berita utama di berbagai media setelah memenangkan kejuaraan individu National Collegiate Athletic Association (NCAA). Di kejuaraan tingkat perguruan tinggi di AS tersebut, Thomas menjuarai nomor gaya bebas 450 meter putri.

Sebelumnya, perenang 25 tahun itu hanyalah perenang medioker di kategori putra. Namun sejak ganti kelamin dan bertanding di nomor putri, Thomas menjadi perenang peringkat satu.

Berambisi tampil di Olimpiade Paris 2024, Lia Thomas kemudian mengajukan gugatan melawan kebijakan World Aquatics, organisasi yang mengawasi kompetisi renang dan menyelam di tingkat elit.

World Aquatics memiliki kebijakan ketat yang tak memperbolehkan atlet transgender bertanding di kompetisi yang dinaunginya.

Kebijakan tersebut sebenarnya dipicu kontroversi kemenangan Lia Thomas di NCAA. World Aquatics menyatakan atlet transgender (dari laki-laki ke perempuan) hanya boleh berkompetisi di kategori putri jika mereka berganti kelamin sebelum usia 12 tahun. Hal ini karena secara ilmiah, seorang atlet laki-laki yang telah melewati masa pubertas, memiliki kemampuan fisik jauh di atas atlet perempuan. (TON)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *