SYOK, PERDANA MENTERI DENMARK DISERANG ORANG TAK DIKENAL DI KOPENHAGEN

SIARINDOMEDIA.COM – Seorang pria tak dikenal menyerang dan memukuli Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, Jumat, di ibu kota negara Skandinavia itu, Kopenhagen. Penyerangan di sebuah tempat terbuka itu dilaporkan membuat Sang Perdana Menteri syok berat.

Dilansir media setempat, Ritzau, satu orang telah ditangkap dalam insiden tersebut dan tengah dilakukan penyelidikan.

Kepolisian Denmark mengeluarkan pernyataan melalui platform X mengkofirmasi kejadian penyerangan terhadan PM Frederiksen.

“Saat ini belum ada komentar atau observasi lebih lanjut,” demikian postingan di X.

Belum ada informasi pasti mengenai bagaimana penyerangan itu bisa terjadi atau apakah PM Frederiksen terluka. Kantor Perdana Menteri hanya menyatakan kepada media lokal bahwa dia sangat ‘syok’ dengan peristiwa tersebut.


Namun berita penyerangan terhadap seorang pejabat negara di negeri seperti Denmark – sebuah negara yang dikenal sangat aman dan para pejabatnya terbiasa membaur dengan masyarakat di tempat-tempat publik – tetap saja mengejutkan.

Para politisi segera beramai-ramai mengutuk insiden itu. Mereka juga menyampaikan keprihatinannya di platform yang sama.

Menteri Lingkungan Hidup Denmark, Magnus Heunicke, menyesalkan peristiwa tersebut. Terlebih dua hari lagi warga Denmark akan menggunakan haknya di Pemilu Eropa. Dikhawatirkan ini akan memancing berbagai spekulasi yang dikait-kaitkan dengan politik.

“Peristiwa seperti ini tidak boleh terjadi di negara kita yang indah, aman, dan bebas. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga satu sama lain dan nilai-nilai yang dibangun oleh negara kita,” tulisnya di X.

“Mari kita mengambil jarak yang jelas dan tajam dan sebaliknya bergerak bersama dan saling menjaga satu sama lain. Terlepas dari perbedaan pendapat politik, kampanye pemilu, dan lain-lain. Ini buruk dan tidak dapat diterima,” lanjutnya.

Sementara itu, pemimpin tetangga, Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, segera menyatakan kecamannya.

“Serangan terhadap pemimpin yang dipilih secara demokratis juga merupakan serangan terhadap demokrasi kita,” ujarnya dikutip dari Associated Press.

Sedangkan Charles Michel, Presdien Dewan Eropan, dalam postingannya di X, mengutuk penyerangan itu dan menyebutnya sebagai ‘tindakan agresi pengecut’.  (TON)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *