SIARINDOMEDIA.COM – Pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji adalah dambaan setiap muslim di dunia. Setiap tahunnya, jutaan umat muslim yang mampu berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan rukun islam ke-5 ini.
Namun tentu tidak semua umat muslim dianugerahi kemampuan untuk melaksanakan ibadah ini. Mulai dari faktor biaya, masalah kesehatan, hingga usia, membuat sebagian orang tidak bisa berangkat ke tanah suci walau sangat menginginkannya.
Namun tidak perlu bersedih, karena ada amalan yang Allah SWT janjikan memiliki pahala berlipat ganda yang setara dengan pahala berhaji. Apa sajakah itu?
Simak uraiaan yang dilansir melalui laman resmi NU online ini, ya!
1. Konsisten Salat Jamaah Lima Waktu di Masjid dan Salat Dhuha.
Menurut hadits yang diriwayatkan Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda.
من خرج من بيته متطهرا إلى صلاة مكتوبة فأجره كأجر الحاج المحرم، ومن خرج إلى تسبيح الضحى لا ينصبه إلا إياه فأجره كأجر المعتمر
Artinya, “Siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan salat fardhu akan diberikan pahala ibadah haji. Sementara orang yang keluar rumah untuk mengerjakan salat dhuha dan tidak ada tujuan lain selain itu, maka akan diberikan pahala umrah,” (HR Abu Daud).
Salat fardu berjamaah memang memiliki nilai yang tinggi di hadapan Allah dibanding salat sendirian, terlebih bila dikerjakan di masjid. Sehingga islam menganjurkan umat muslim untuk menjaga keistiqomahan salat fardu 5 waktu secara berjamaah.
Selain itu, salat sunah dhuha juga sangat dianjurkan untuk menambah amal baik di sisi Allah yang ganjarannya setara dengan umrah. Sehingga 2 ibadah ini bisa membuat umat muslim mendapat kebaikan yang sama seperti pergi beribadah ke tanah suci.
2. Berdzikir Setelah Subuh Hingga Terbit Matahari
Menurut hadist yang diriwayatkan Anas, Rasulullah SAW bersabda.
من صلى الغداة في جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة
Artinya, “Siapa yang mengerjakan salat subuh berjemaah, kemudian dia tetap duduk sambil dzikir sampai terbit matahari dan setelah itu mengerjakan salat dua rakaat, maka akan diberikan pahala haji dan umrah,” (HR At-Tirmidzi).
Ali Mula Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih menjabarkan maksud hadist ini, yaitu tidak hanya sekedar melafalkan kalimat zikir, tetapi juga orang yang berada di majelis ilmu dan agama, dari subuh hingga sampai terbit matahari atau sekitar matahari setinggi tombak.
Untuk mempermudah, waktu ini kurang lebih lima belas menit setelah matahari terbit. Lalu Nabi melanjutkan anjurannya untuk salat dua rakaat yang disebut juga dengan salat sunah isyraq.
Sehingga umat muslim dianjurkan memperpanjang duduknya setelah salat subuh berjamaah untuk melakukan dzikir pagi.
Amalan ini akan menambah timbangan amal bagi mereka yang berhalangan untuk beribadah haji agar bisa mendapatkan kebaikan yang sama dengan mereka yang berangkat ke tanah suci Mekkah.
3. Ke Masjid untuk Mengajar Atau Belajar Kebaikan
Menurut hadist yang diriwayatkan Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda.
من غدا إلى المسجد لايريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه، كان له كأجر حاج تاما حجته
Artinya, “Siapa yang berangkat ke masjid hanya untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, diberikan pahala seperti pahala ibadah haji yang sempurna hajinya,” (HR At-Thabarani).
Belajar dan mengajar memang sangat dianjurkan dalam islam, terlebih tentang ilmu agama yang bermanfaat bagi kehidupan di dunia dan di akhirat.
Sehingga Allah SWT memotivasi hambaNya agar lebih semangat belajar melalui hadist ini. Orang dengan niat tulus ke masjid hanya untuk belajar dan mengajar kebaikan akan mendapat ganjaran yang setara dengan haji dan umrah.
Namun, meskipun tiga amalan ini memiliki pahala yang besar dan berlipat ganda, setiap umat muslim yang mampu secara finansial, fisik, dan mental, tetap harus dan wajib untuk berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.












