SIARINDOMEDIA.COM – Atlet balap sepeda Eyeru Gebru, seorang anggota Tim IOC untuk Olimpiade Paris 2024, membawa obor olimpiade di kota bersejarah Bayeux, Normandia, Perancis. Eyeru dinominasikan ambil bagian dalam Estafet Obor oleh Departemen Calvados yang akan menjadi tuan rumah acara penyambutan tim di Caen dan Bayeux pada bulan Juli, tak lama sebelum dimulainya Olimpiade Paris 2024.
Eyeru mulai menyalurkan obornya di sebelah pohon Liberty, sebuah simbol kebebasan yang kuat di kota Perancis itu. Bayeux memiliki sejarah yang panjang dalam mendukung Pengungsi (Refugees) dan berhubungan dengan mereka yang terkena dampak perang, karena perannya yang penting selama Perang Dunia II.
Saat berusia 16 tahun Eyeru pertama kali mengikuti kejuaraan di negara asalnya, Ethiopia. Eyeru meraih posisi kedua dalam time trial dan road race di Kejuaraan Nasional.
Namun ketika perang terjadi di Ethiopia, dia terpaksa mencari perlindungan di negara Perancis dan menghentikan karir bersepedanya sementara.
Berkat dukungan dari Komite Olimpiade Nasional dan Olahraga Nasional Perancis, UCI dan Olympic Refugee Foundation, Eyeru mendapatkan beasiswa Atlet Pengungsi, dan mampu menghidupkan kembali karir olahraganya.

Pada awal Mei lalu, secara resmi dia diumumkan menjadi anggota Tim Olimpiade Pengungsi untuk Olimpiade Paris 2024. Walapun banyak rintangan yang dihadapi, Eyeru tetap semangat mengembangkan karirnya kembali. Dia selalu dekat dengan olahraga bersepeda karena olahraga ini telah menyelamatkan hidupnya.
“Saya tidak pernah menyangka dalam hidup saya suatu hari nanti saya akan membawa obor Olimpiade. Ini adalah hal yang luar biasa besar dalam hidup saya. Sungguh sulit dipercaya, saya sangat bahagia dan bersukacita dalam momen besar di hidup saya ini,” kata Eyeru saat membawa obor.
“Dengan pengalaman luar biasa dan momen terbaik di hidup saya saat terpilih membawa obor olimpiade. Saya sangat termotivasi untuk tampil terbaik di Olimpiade. Hal ini akan menambah energi ekstra bagi saya, dan saya sangat menantikannya,” imbuhnya.
Eyeru merupakan satu dari 36 atlet yang akan berlaga di Paris sebagai bagian dari Tim Olimpiade Pengungsi IOC.
Tim Olimpiade Pengungsi di bawah naungan 15 Komite Olimpiade Nasional dan berkompetisi di 12 cabang olahraga. Para atlet tersebut mewakili lebih dari 100 juta orang yang terpaksa mengungsi di seluruh dunia.
Tim ini dikelola Olympic Refugee Foundation, yang selain mendukung Tim Pengungsi Olimpiade, juga mendukung pemuda yang terkena dampak pengungsian di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk menemukan rasa memiliki dan meningkatkan kesehatan mental serta kesejahteraan mereka melalui olahraga.













