45 MAHASISWA UNIKAMA IKUTI STUDI MATKUL JATI DIRI KANJURUHAN DI VIHARA SAMAGGI VIRYA

SIARINDOMEDIA.COM – Sebanyak 45 mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mengikuti studi matkul Jati diri Kanjuruhan di Vihara Samaggi Virya, Sukun, Kota Malang, Minggu (19/5/2024).

Matkul Jati diri Kanjuruhan sendiri merupakan matkul Pengembangan Kepribadian (MPK) yang mana setiap mahasiswa Unikama wajib menempuh matkul tersebut.

Romadhon, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pengampu menyampaikan, tujuan digelarnya matkul ini sendiri untuk membentuk karakter mahasiswa yang memiliki nasionalisme kuat.

“Tujuan matkul ini sendiri sebagai pondasi bagi mahasiswa Unikama dalam menyiapkan lulusan yang berkarakter dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat,” ucap Kaprodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Unikama pada Siarindo Media.

Lebih lanjut, matkul yang diselenggarakan berbasis Live In ini dilakukan setiap semester pada pertemuan ke-10 dan 11 dengan bersafari di setiap rumah ibadah.

Dalam kesempatan ini, Romadhon mengatakan pihaknya disambut baik pihak Vihara.

“Alhamdulillah kami diterima dengan baik oleh pihak Vihara”, ujar Romadhon.

Pengurus LP Ma’arif NU Kota Malang ini menambahkan, selain silaturahim, output giat ini adalah untuk menambah pemahaman dan pengetahuan lebih dekat tentang ajaran Sang Buddha.

Menurut dosen asal Sampang ini, ajaran semua agama berorientasi pada kesejahteraan dan kebahagiaan ummat.

Sehingga para generasi milenial perlu dibekali nilai-nilai keberagaman yang kuat.

“Inilah tantangan lulusan perguruan tinggi ke depan; selain soal korupsi dan kesenjangan sosial, bagaimana kampus bisa mencetak lulusan yang mampu menjadi perekat antar umat bergama,” ucap Romadhon.

Dalam prosesnya, seluruh mahasiswa mengikuti dari awal prosesi ibadah ummat Buddha berlangsung di Vihara yang berada di Jalan Telaga Bodas No. A1 Kota Malang.

Ibadah dipimpin oleh YM. Bhante Tejapunno Mahathera dan dibantu para Samanera yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB.

Usai mengikuti ibadah, seluruh mahasiswa melanjutkan sesi diskusi bersama Bhante Teja dan didampingi para Samanera.

Dalam Diskusinya, Bhante menjelaskan beberapa aliran di Agama Budha.

“Di agama Buddha ada aliran Buddha Theravada, Buddha Mahayana, Buddha Vajrayana,” urai Bhante Teja.

Mengenal ajaran Sang Buddha
MENGENAL AJARAN SANG BUDDHA. Para mahasiswa Unikama menyimak pemaparan Bhante Teja dalam studi matkul Jati diri Kanjuruhan di Vihara Samaggi Virya, Minggu (19/5/2024). Foto: Ist

Lebih lanjut, pria asal Banyuwangi ini menjelaskan, Theravada merupakan ajaran sesepuh atau pengajaran dahulu sekaligus merupakan bentuk Buddhisme yang paling tua.

Biasanya, penganutnya kebanyakan berasal dari negara-negara Asia Tenggara seperti Sri Lanka, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand.

“Tidak seperti halnya bentuk-bentuk Buddhisme lainnya, Theravada berfokus seluruhnya pada pembebasan diri dengan cara menyingkirkan semua kekotoran batin”, tuturnya.

Sedangkan Mahayana, kebanyakan berfokus pada penggunaan meditasi sebagai bentuk kesadaran dan pencarian jati diri yang dapat menuntun praktisinya mencapai penerangan.

Sedangkan Vajrayana berfokus mengajarkan bagaimana menjadi Buddha dalam satu kehidupan. Biasanya ini melibatkan praktik-praktik seperti membaca mantra, menggunakan mandalas, memvisualisasikan para dewa dan Buddha, serta memanfaatkan mudras.

Dia berharap, kegiatan seperti ini bisa menjadi lokomotif memperkuat hubungan antar agama dan ummat beragama. Sehingga ke depan hubungan antar umat beragama semakin harmonis dan kegiatan semacam ini bisa menjadi benteng keberagaman. Khususnya bagi generasi bangsa ke depan.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *