SIARINDOMEDIA.COM – Pertandingan Charity Game Sepak Bola Legenda II antara Malang Legends melawan Surabaya Legends menjadi momen spesial perayaan satu abad Stadion Gajayana, salah satu stadion tertua di Malang. Pada laga yang digelar Minggu (19/5/2024) sore tersebut, Tim Malang Legends menundukkan Surabaya Legends dengan skor tipis, 1-0.
Laga itu sendiri berlangsung dengan nuansa nostalgia dan semangat persahabatan serta menjadi panggung bagi sejumlah nama legendaris yang turut bermain. Dari kubu Malang Legends, ada sosok-sosok seperti Dwi Sasmianto, Ari Suseno, Aji Santoso, Jatmiko, Effendy, Amin Zakararia, dan masih banyak lagi.
Sementara dari Surabaya Legends, pemain-pemain seperti Hendro Kartiko, Bejo Sugiantoro, Aris Budi, Hambali, dan sejumlah nama lainnya juga turut ambil bagian dalam pertandingan tersebut.
Pertandingan berlangsung seru sejak peluit awal dimulainya pertandingan. Kedua tim saling menunjukkan sisa-sisa kemampuan mereka di lapangan. Mereka saling menyerang dan bertahan dengan gigih, memperlihatkan pertarungan sengit di lapangan.
Namun, pada menit ke-30 babak pertama, Surabaya Legends melakukan kesalahan fatal di bagian belakang pertahanan mereka, meninggalkan celah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Amin Zakaria. Dia dengan cermat mencetak gol pertama bagi tim Malang Legenda, memanfaatkan peluang tersebut dengan sempurna.
Gol yang dicetak oleh Malang Legends tersebut membuat semangat Surabaya Legends semakin membara. Mereka yang sebelumnya pada babak pertama telah menunjukkan permainan menyerang dan bertahan, kini meningkatkan intensitas serangan mereka pada babak kedua.
Surabaya Legenda tidak mau kalah dengan lawan mereka. Ibnu Grahan cs memainkan serangan secara agresif, dengan banyaknya tendangan ke arah gawang lawan. Namun, usaha mereka digagalkan oleh kiper utama Malang Legends, Dwi Sasmianto, yang berhasil menepis semua upaya gol yang dilancarkan Surabaya Legenda.
Pertandingan berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Bejo Sugiantoro, salah satu pemain Surabaya Legends, menekankan bahwa pertandingan melawan Malang Legenda bukanlah tentang rivalitas, melainkan tentang silaturahmi dan mengenang masa lalu ketika kedua klub bertemu di lapangan.
Ini adalah kesempatan untuk menyatukan kembali pemain-pemain legendaris dari masa lalu dan merayakan warisan sepak bola yang mereka bagi bersama.
“Ini bukan sekedar rivalitas, melainkan pertandingan ini sebagai ajang silaturahmi. Jika kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda tahunan, saya dan rekan-rekan lainnya akan sangat senang untuk mengikutinya,” ungkap Bejo.













