SIARINDOMEDIA.COM – Rock climbing, atau panjat tebing, adalah olahraga yang menantang dan memacu adrenalin. Sejarah panjat tebing dimulai sebagai bagian dari kegiatan mendaki gunung, di mana para pendaki harus menggunakan teknik khusus dan peralatan tertentu untuk melewati rintangan batuan yang tidak bisa dilalui hanya dengan berjalan kaki.
Di Indonesia, sejarah rock climbing bermula sekitar tahun 1960, ketika Tebing 48 di Citatah, Bandung, mulai digunakan sebagai tempat latihan oleh pasukan TNI AD.
Pada tahun 1976, Harry Suliztiarto mulai berlatih memanjat di Citatah dan mendirikan SKYGERS, sebuah kelompok panjat tebing amatir, yang menjadi cikal bakal panjat tebing modern di Indonesia.
Tahun 1980-an menjadi periode penting bagi perkembangan rock climbing di Indonesia, dengan banyak ekspedisi dan kompetisi yang diselenggarakan, termasuk kompetisi panjat tebing pertama di dunia yang diselenggarakan di Uni Soviet dan ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI).

Prisia Nasution, seorang artis Indonesia yang dikenal dengan kemampuan aktingnya, juga memiliki kecintaan pada hobi rock climbing.
Dia sering kali berbagi potret dirinya saat melakukan rock climbing di media sosial, menunjukkan keberanian dan ketangguhannya dalam menghadapi tantangan olahraga ini.
Prisia Nasution juga pernah menjadi perwakilan Indonesia mengikuti kompetisi Rock Climbing Internasional di Prancis pada tahun 2017 lalu.
Rock climbing tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga kecerdasan dalam memilih rute dan teknik yang tepat, serta keberanian untuk menghadapi ketinggian dan rintangan.
Hobi olahraga ekstrim ini telah berkembang menjadi sebuah komunitas yang besar dengan penggemar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.














