SIARINDOMEDIA.COM – Setiap tahun, hutan di seluruh dunia mengalami kehilangan yang signifikan akibat kebakaran. Pada tahun 2002, total angka kehilangan hutan primer tropis di dunia mencapai 60 juta hektare. Ini setara dengan 1,3 kali luas Pulau Sumatera.
Hingga saat ini, masih sering terjadi kebakaran hutan yang memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan satwa liar di seluruh dunia.
Kebakaran hutan terjadi karena berrbagai faktor, seperti kekeringan, erupsi gunung berapi, hingga sambaran petir. Namun, kebakaran hutan seringnya terjadi akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Misalnya, dengan melakukan penebangan pohon sembarangan atau meninggalkan api unggun tanpa pengawasan.
Yang sangat memprihatinkan adalah, karena meningkatnya kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun, beberapa hewan harus mengembangkan strategi adaptasi untuk bertahan di tengah kobaran api.
Berikut beberapa cara hewan beradaptasi terhadap meningkatnya kebakaran hutan:
1. Melarikan Diri
Beberapa hewan harus memiliki kemampuan untuk melarikan diri dari api. Burung jarus dapat terbang menjauh, mamalia harus bisa berlari dengan, dan amfibi serta makhluk kecil lainnya harus bersembunyi tepat waktu di dalam lubang atau di bawah bebatuan ketika terjadi kebakaran hutan yang besar.
Sementara itu, hewan pemakan tumbuhan seperti rusa akan berlindung di sungai atau danau untuk menghindari api.

2. Berburu di Tengah Api
Kebakaran hutan bisa bermanfaat bagi predator yang mengincar hewan-hewan yang sedang kabur. Beruang dan rakun, misalnya, pernah terlihat berburu di tengah api.
Meskipun tampak mengerikan, ternyata ada beberapa hewan yang berhasil memanfaatkan momen ini.
3. Berevolusi dengan Api
Beberapa spesies alam liar telah berevolusi dengan api. Di wilayah-wilayah tertentu, kehidupan alam liar telah terbiasa dengan kebakaran dan menganggap api sebagai bagian alami.
Contohnya, di Yellowstone burung pelatuk berperut hitam hanya bisa bersarang pada pohon-pohon yang sudah terbakar dan memakan kumbang yang menghuni kayu hangus.














