HUT PERTAMINA PATRA NIAGA KE-27 DIIRINGI KELUHAN PENGUSAHA PERTASHOP

SIARINDOMEDIA.COM – PT. Pertamina Patra Niaga baru saja merayakan hari jadinya ke-27 pada Selasa (27/2/2024). Namun perayaan HUT tersebut diwarnai dengan keluhan pengusaha Pertashop yang penjualannya kian seret.

Usaha Mikro dan Kecil yang bermitra dengan PT. Pertamina dalam keadaan memprihatinkan sejak April 2022. Disparitas jarak harga Pertamax dan Pertalite yang jauh adalah menjadi pangkal masalahnya.

Pertamina Shop yang akrab disebut Pertashop ini merasa tidak ada pembinaan sebagai mitra Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sehingga satu persatu pengusaha retail BBM ini berguguran merugi setiap bulan dikarenakan tidak masuk dalam ambang batas aman penjualan 400 liter per hari.

Faktanya banyak pengusaha pertashop yang kesulitan bayar cicilan pinjaman Bank sekitar Rp10.000.000 per bulan karena penjualan per hari hanya 20-50 liter saja.

Persaingan dengan penjual eceran botolan atau pom mini Pertalite yang merupakan BBM Penugasan atau subsidi hingga saat ini tidak ada tindakan tegas pihak terkait. Hal ini menambahkan derita para pengusaha Pertamax retail mitra resmi Pertamina.

Tahun lalu, tepatnya Juli 2023 asosiasi Pertashop diundang Pak Ega selaku Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga di Yogyakarta. Pada pertemuan tersebut dijanjikan bahwa Pertamina Shop akan didukung oleh Pertamina dengan program promosi.

6 bulan berlalu tidak ada implementasi dari janji tersebut. Sehingga pada Januari 2024 asosiasi pertashop mengirimkan proposal promosi penyelamatan Pertamina Shop agar sekiranya bisa menjadi opsi pilihan promosi bagi PT. Pertamina Patra Niaga yang diharapkan dapat diluncurkan pada hari ulang tahun PT. Pertamina Patra Niaga, yaitu Selasa 27 Februari 2024.

Pengusaha Pertashop berharap ada kepedulian dari PT Pertamina Patra Niaga
ADA SOLUSI TEROBOSAN. Para pengusaha Pertashop berharap adanya bantuan dari PT. Pertamina Patra Niaga agar sub-holdingnya tidak terus berguguran. Foto: Ist

Namun sekali lagi para pengusaha UMK ini harus menelan pil pahit karena tidak ada keberpihakan kepada usaha retail yang sebagian besar di lokasi pedesaan.

Persaingan harga sesama penjual BBM retail resmi non subsidi juga kalah oleh Indomobil yang di 500 titik menjual RON92 dengan harga Rp12.500. Sedangkan Pertamina Shop menjual dengan harga Rp12.950 untuk pulau Jawa.

Pak Budi selaku Ketua DPC asosiasi Pertashop berharap ada perhatian serius langkah nyata dari PT. Pertamina dan sub-holdingnya agar harga jual bisa bersaing dengan penjual BBM retail resmi non subsidi sejenis. Juga diharapkan ada bantuan dari  negara kepada pengusaha Usaha Mikro dan Kecil (UMK) retail BBM ini. (*)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *