SIARINDOMEDIA.COM – Tenaga angin untuk pertama kalinya berhasil melampaui pembangkit listrik tenaga gas sebagai sumber utama listrik di Eropa.
Laporan dari lembaga kajian Ember dan Agora Energiewende menunjukkan bahwa energi terbarukan, khususnya tenaga angin dan matahari, menghasilkan 38% dari total sumber listrik di 27 negara anggota Uni Eropa pada tahun. Sementara itu, bahan bakar fosil seperti batubara dan gas hanya menyumbang 37%.
Beberapa poin penting terkait peristiwa ini:
1. Peningkatan Penggunaan Energi Terbarukan
Proyek-proyek baru dalam bidang energi terbarukan mulai beroperasi, dan penggunaan batubara mulai menurun. Akibatnya, tenaga angin dan surya menjadi kontributor utama dalam menghasilkan listrik.
2. Negara Pionir
Denmark menjadi negara yang paling tinggi memanfaatkan tenaga angin dan surya, dengan 61% kebutuhan listriknya dipenuhi oleh sumber energi terbarukan. Irlandia mencapai 35%, dan Jerman mencapai 33%.
3. Transisi Menuju Energi Bersih
Perubahan ini menandai langkah maju dalam transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Eropa semakin mengandalkan sumber energi yang ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan iklim.
4. Potensi Pengembangan Lebih Lanjut
Selain tenaga angin, Eropa juga memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan lainnya, seperti energi matahari, panas bumi (geotermal), dan energi ombak. Dengan terus menggali potensi ini, Eropa dapat semakin mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil.
Peristiwa ini memberikan harapan bahwa dunia dapat beralih ke sumber energi yang lebih berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Semoga langkah ini dapat diikuti oleh negara-negara lain di seluruh dunia untuk mencapai masa depan yang lebih hijau.














