SATU PENA JATIM GAGAS SATU JUTA BUKU UNTUK INDONESIA

SIARINDOMEDIA.COM – Satu Pena merupakan salah satu organisasi yang bertingkat nasional. Satu Pena sendiri merupakan singkatan dari Persatuan Penulis Indonesia. Organisasi ini resmi dan sudah terdaftar di Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU – 000 1211.AH.01.0 Tahun 2021.

Untuk di Jawa Timur, Satu Pena resmi dideklarasikan tanggal 26 Juli 2022 dan Ketua Umum wilayah Jawa Timur adalah Drs. Akaha Taufan Aminudin seorang penyair kelahiran Kota Batu Jawa Timur.

Satu Pena Jawa Timur ini sudah memiliki kartu anggota. Untuk anggotanya sendiri sudah mencapai 200 an lebih. Satu Pena tidak hanya di Jawa Timur, namun juga ada di Jawa Tengah, Bali dan untuk jangkauannya sudah di tingkat nasional.

Pertemuan Satu Pena Jatim
RUTIN GELAR PERTEMUAN DARING & LURING. Pertemuan anggota Satu Pena Jatim beberapa waktu lalu di Kota Batu. Foto: Ayu Setia Ningsih

Sehingga Satu Pena Jawa Timur ini berkembang terus dan tersebar di 34 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Kantor pusatnya di Jawa Timur ada di Jl. Abdul Jalil 2 dan Gedung Perguruan Taman Siswa Kota Batu.

“Organisasi ini bertujuan untuk menerbitkan buku, menerbitkan karya-karya. Pak Slamet Hendro Kusumo ketua dewan penasehat Satu Pena Jawa Timur. Sudah mengarang buku Mulat Sariro oto kritik manusia. Kemudian ada direktori penulis Indonesia,” jelas Taufan

Taufan melanjutkan, kegiatan setiap Hari Minggu dan Kamis zoom meeting nasional. Dengan rentang waktu mulai dari jam tujuh sampai jam sembilan malam. Setiap zoom meeting peserta akan menerima sertifikat nasional.

Untuk kegiatan setiap provinsi itu menerbitkan buku-buku dan program satu juta buku untuk Indonesia. Karya sendiri dibebaskan sesuai minat dan kemampuan mulai dari fiksi maupun non fiksi.

Koleksi buku Satu Pena Jatim
BERAGAM TOPIK. Kumpulan karya buku penulis se-Jawa Timur yang tergabung dalam organisasi Satu Pena. Foto: Ayu Setia Ningsih

Selain menerbitkan buku juga menyelenggarakan pameran karya se-Jawa Timur. Biasanya buku yang dipamerkan lebih dari seratus judul.

“Anggota Satu Pena tidak memiliki batasan umur, jadi semua umur bisa karena pendidikan itu semua umur. Meskipun dari TK ada yang dilatih ngarang puisi, bisa diterbitkan. Jadi Satu Pena ini semua umur, semua agama dan tidak ada diskriminasi,” imbuhnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment