MENJADI PEMILIH MUDA YANG CERDAS
Sementara itu, Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Agama Islam STAIMA Al-Hikam Malang, Imam Athoir Rokhman, M.PD.I, menjelaskan pentingnya menjadi pemilih muda yang cerdas. Jangan hanya karena viral kemudian banyak yang ikut-ikut saja. Ini penting karena gen Z memiliki dominasi untuk memilih pada pemilu 2024.
“Jumlah pemilih tetap dalam pemilu sekitar 56,4 persen adalah kelompok milenial dan gen Z, ” ungkap Imam
Untuk memilih calon pemimpin harus kritis karena 5 menit menentukan 5 tahun masa depan kita.
Selain itu kita juga harus menggunakan hak memilih kita dalam pemilu. Karena ini merupakan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia dalam menentukan masa depan bangsa.
“Memilih pemimpin juga tidak bisa sembarangan, kita harus memilih pemimpin yang adil dimana seorang pemimpin itu memiliki integritas, ” jelasnya.

Imam melanjutkan, pemimpin perlu memiliki pengetahuan yang luas. Pemuda harus kritis, perlu menelisik secara lengkap visi dan misi presiden dan wakil presiden.
“5 menit kita itu akan menentukan 5 tahun kedepan. Jadi saat ini kalau sudah waktunya untuk mencoblos ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tanya bagaimana alur atau tata cara memilih, ” kata Imam.
“Semoga pemimpin yang memimpin Indonesia adalah pemimpin yang adil, ” pungkasnya.













