CEGAH GOLPUT KARENA KURANGNYA KERTAS SUARA, KAPOLRESTA MALANG KOTA AKAN KOORDINASI DENGAN BAWASLU DAN KPU

SIARINDOMEDIA.COM – Kepala Polisi Resor (Kapolres) Malang Kota, Kombes. Pol. Bhudi Hermanto. S.I.K., M.Si. menyampaikan tekadnya dalam mencegah tindakan golongan putih (golput) karena kurangnya kertas suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang. Karena itu dia akan melakukan koordinasi bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal tersebut disampaikan sesuai agenda peletakan batu pertama pembangunan asrama Al-Hakim dan monumen masjid di Ponpes Bahrul Maghfiroh, Sabtu (3/2/2024).

“(Kota) Malang ini memang Kota pendidikan. Jadi ada sekelompok sebagai dari mahasiswa yang tidak pulang untuk memilih. Karena NIK sesuai dengan wilayahnya masing-masing,” ujar pria yang akrab disapa Buher tersebut.

“Sehingga yang bersangkutan harus melakukan pemilihan di wilayah Kota Malang. Lha, ini yang perlu kami komunikasikan,” imbuhnya.

Buher menilai, banyaknya jumlah mahasiswa atau penduduk luar Kota menjadikan kebutuhan surat suara semakin tinggi.

Namun hal tersebut tidak menutup harapan bagi para perantau untuk menggunakan hak suaranya di Pemilu 2024 ini.

“Memang ada keterbatasan surat suara. Ada, space itu 5% dengan kemarin. Kita coba komunikasikan apakah ada TPS khusus C5,” ujar Buher.

“Sehingga bagi kalangan milenial, pemilih-pemilih pemula dan mahasiswa ini tidak menjadi golput,” tambahnya.

Koordinasi ini diharapkan dapat memastikan bahwa penyelenggara pemilu memiliki stok kertas suara yang mencukupi untuk kebutuhan pemilih di setiap TPS.

Langkah-langkah antisipatif juga akan diambil untuk menanggulangi potensi kendala logistik lainnya yang mungkin muncul selama proses pemilihan.

Selain itu, Kapolresta Malang Kota juga menyampaikan kesiapan personelnya dalam segi keamanan dan siaga kesehatan untuk anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di segenap TPS Kota Malang.

“Kita menerjunkan dari kepolisian itu sebanyak 625 personil. Belum lagi (personel) TNI, belum lagi nanti dari Satpol PP, Diback-up juga dari Brimob dan Dalmas dari Polda Jawa Timur,” urai Buher.

“Kita juga harus melihat bukan hanya pengamanan. Tetapi bagaimana kondisi kesehatan para linmas, petugas-petugas keamanan,” tambahnya.

“Maka kita akan mensiagakan puskesmas, rumah sakit relawan dan ambulan. Semua akan kita turunkan,” pungkasnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *