SIARINDOMEDIA.COM – Fikrah Ryanda adalah pemilik Hamparan Rintik, produsen kain shibori dan batik di Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang. Dari kecil Fikrah memiliki hobi menggambar, hobi yang ditekuninya hingga merambah ke seni batik.
“Saya memulai bisnis ini dari tahun 2017. Fokusnya hamparan rintik ini sebenarnya kainnya shibori. Hamparan rintik diambil dari kata batik babaran titik artinya kumpulan ide dan itu kami tuangkan dari karya kami yang banyak memanfaatkan kain perca,” ujar Fikrah.
“Kami kepingin menyajikan baju kain yang harganya terjangkau untuk teman-teman mahasiswa dan pelajar di sekolah.” Imbuh alumni Fakultas Hukum ini.
Fikrah memaparkan, baju-baju yang ada di Hamparan Rintik adalah baju yang harganya terjangkau dan cocok untuk berbagai kalangan. Kain yang dibuat merupakan kain yang berasal dari kain perca, kain sarung bekas, seragam bekas. Semua kain tersebut diolah dan diwarnai ulang hingga menjadi kain batik yang indah.

Kain yang sudah diolah dan diwarnai kemudian dijahit menjadi outer yang bisa dipakai untuk para pelajar sekolah. Hal ini bukan tanpa alasan, pembuatan karya kreatif ini dilatarbelakangi keresahannya sewaktu masih sekolah dan ketika masih menjadi mahasiswa, susah untuk mencari baju dan sewa baju. Apalagi ketika itu harganya mahal.
“Kita kalo mau ikut lomba itu pasti susah, jadi masalah itu, kita kepingin buat baju yang menarik untuk adik-adik yang color full tapi tetep etnik, tetep handmade, dan dikerjakan juga sama teman-teman pengrajin. Pameran ini menjadi salah satu cita-cita dari beberapa tahun yang lalu dan terwujud di tahun 2021. Dan sekarang di 2024 ini menjadi pameran ketiga,” ungkap Fikrah.
Tujuan dari diselenggarakannya Pameran Jelang Julang di Gedung MCC, juga untuk menciptakan sesama pengrajin usia muda di Malang. Jadi dengan hadirnya Hamparan Rintik, banyak yang terinspirasi membuka peluang ini.
“Sering kita dapet order akhirnya nggak bisa dimaksimalkan karena ngerjain sendiri. Tapi kalo misalnya dikerjain bareng-bareng jadi jauh lebih baik. Kami memproduksi kain, baju, sama melayani pelatihan. Nanti event selanjutnya di Surabaya kita dengan temen-temen down syndrome dan disabilitas di sana,” terang Fikrah.
“Terus nanti bulan Maret juga ada event dengan teman-teman down syndrome di Hari down syndrome dunia,” pungkasnya.














