SIARINDOMEDIA.COM – Ada pemandangan tak biasa saat upacara rutin di SDN Mojolangu 5, Lowokwaru, Kota Malang, Senin (22/1/2024). Pada upacara yang diikuti seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 beserta guru dan staf tersebut, terdapat 5 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Hari Senin 22 Januari 2024 memang merupakan hari pertama dan hari pembuka Pengabdian Pada Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri Gelombang 2 Kelompok 19 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dibimbing Alifah Nabilah Masturah, S.Psi., M.A, PMM mahasiswa UMM ini dilakukan di SD Negeri Mojolangu 5 dengan tema ‘Si Kecil Siaga : Pembekalan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan’.
Tema tersebut diambil karena pertimbangan kurangnya fasilitas P3K yang ada di SDN Mojolangu 5. Juga karena aktivitas siswa yang masih dapat disebut sebagai anak-anak yang rentan terluka saat bermain.
Maka, hadirnya kelompok PMM Gelombang 2 Kelompok 19 ini mampu menghadirkan dan memberikan wawasan kepada siswa mengenai bagaimana cara menanggulangi resiko luka dengan menggunakan alat-alat yang ada di kotak P3K yang sudah disediakan.
“Kami berharap dengan pengabdian ini mampu bermanfaat bagi siswa maupun guru dari SDN Mojolangu 5 ini. Walaupun kami tidak lama di sini namun semoga apa yang kami berikan mampu bertahan lama,” tutur Daffa Rabbani, Ketua Kelompok PMM Bhaktiku Negeri UMM tersebut.
Daffa juga menyampaikan rasa terimakasihnya telah diberikan tempat dan kepercayaan dari seluruh guru yang ada di SDN Mojolangu 5. Dia dan kelompoknya berharap dapat memberikan kontribusi positif selama satu bulan kedepan.
Setelah Daffa sebagai perwakilan kelompok menyampaikan sepatah dua patah katanya, dilanjutkan dengan penyerahan kotak P3K sebagai simbol dari dimulainya agenda pengabdian dari Kelompok 19 ini.
Nantinya, kelima mahasiswa PMM Bhaktiku Negeri Gelombang 2 Kelompok 19 Universitas Muhammadiyah Malang ini akan memberikan wawasan dan pemahaman kepada siswa-siswa selama 4 minggu dengan materi yang berbeda juga.

Materi tersebut terdiri dari ‘Ayo Ke Galeri Obat-Obatan’ yang akan membahas tentang perkenalan mengenai obat-obatan yang ada di kotak P3K sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lalu akan dilanjutkan dengan ‘Misi Kebersihan: Mari Cuci Tangan dan Misteri Mimisan’ yang nantinya akan membahas tentang bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar dan juga cara menanggulangi mimisan.
Materi selanjutnya adalah ‘Pahlawan Luka’ yang akan berisikan tentang bagaimana cara mengatasi luka gores ringan dan luka bakar ringan.
Sedangkan materi terakhir adalah ‘Tanaman Ajaib’ dimana nanti siswa akan dijelaskan mengenai tanaman obat keluarga. Tidak lupa di akhir dari seluruh rangkaian akan ada penetapan kader Tiwisada sebagai dokter kecil. (*)
* Artikel merupakan sumbangan dari Namira Rizky, mahasiswa Universitas Muhamaddiyah Malang.












