PENGUSAHA PERTASHOP MENJERIT, JUAL ASET TUTUPI UTANG

SIARINDOMEDIA.COM – Pengusaha Pertamina Shop (pertashop) Malang Raya menjerit. Ini karena tingkat penjualan terus merosot tajam. Dari target penjualan minimal 400 liter per hari alih-alih tercapai, justru terjual 300 liter saja sudah bagus.

Kondisi ini terjadi sudah lebih dari setahun. Banyak faktor yang jadi penyebab. Di antaranya saat kenaikan harga pertamax dari sekitar Rp9000 melesat menjadi Rp12.950. Sehingga pengguna pertamax yang menjadi jualan Perstahop rama-ramai pindah ke pertalite. Karena harganya jauh lebih murah.

Pertashop tutup
BESAR PASAK DARIPADA TIANG. Salah satu pertashop yang sudah tak lagi beroperasi di wilayah Malang selatan. Pertashop tersebut terpaksa ditutup karena pemasukannya tak sepadan dengan biaya operasionalnya. Foto: Ist

Padahal andai selisih harga pertamax dan pertalite tidak terlalu jauh, pelanggan masih ke Pertashop. Sebelum April 2022 penjualan setiap harinya bisa mencapai di atas 1.000 liter namun setelah itu dan sampai sekarang per hari paling mentok hanya 200 liter. Kadang itu pun kurang dari 200 liter.

“Tentunya tidak bisa mencukupi operasional,” ungkap Budi Santoso, Ketua Himpunan Pengusaha Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) Malang Raya.

Saat ini jumlah Pertashop di Malang Raya yang beroperasi mencapai 61 unit. Dan sudah ada  4 unit yang tutup.

Persebaran Pertashop terbanyak di daerah Malang Selatan. Mayoritas sedang ”megap-megap” karena dikejar membayar cicilan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digunakan untuk modal awal. Sehingga tidak sedikit dari pengusaha Pertashop yang harus jual aset. Mulai mobil, tanah dan lainnya untuk menutup cicilan.

PENGUSAHA PERTASHOP MENJERIT, JUAL ASET TUTUPI UTANG
JUAL ASET UNTUK SURVIVE. Dari kiri: Abdul Muntholib (Direktur Siarindo Media), Budi Santoso (Ketua HPMPI Malang Raya), Lu’lu’il Maknun (manager Siarindo Kabupaten Malang), Sidik (Humas HPMPI Malang Raya). Foto: Luluk

Menurut Budi, untuk membuka bisnis Pertashop menghabiskan modal sekitar Rp500 juta. Dengan catatan lahan itu sewa. Namun jika lahan itu milik sendiri, menghabiskan biaya sekitar Rp400 juta.

Sebenarnya, kondisi ini masih ada solusi. Salah satunya jika saja Pertamina memberi izin Pertashop untuk menjual pertalite subsidi.

Para pelaku bisnis Pertashop berharap ada titik terang dalam hal ini. Karena bagaimana pun juga Pertamina shop (pertashop) adalah legal dan merupakan mitra resmi bisnis dari PT Pertamina, seharusnya ada penawaran solusi sehingga pengusaha Pertashop Malang Raya bisa terus bertahan.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *