KEMBALI TERJADI, TA SA’ADATUD DAROINI AL-AMIN BATU DIBOBOL MALING

SIARINDOMEDIA.COMĀ – Sekitar pukul 07:00 WIB, saat para murid MI Miftahul Ulum Batu berbondong-bondong hendak melaksanakan salat Duha di salah satu ruang kelas Taman Al-Qur’an (TA) Sa’adatud Daroini Al-Amin (SDA) Kota Batu, Jum’at (19/1/2024).

TA SDA sendiri terletak di satu lokasi berdekatan dengan MI Miftahul Ulum Batu. Lebih tepatnya di Jl. Sutan Hasan Halim RT. 08 RW.06 Kel. Sisir, Kec. Batu, Kota Batu.

Saat hendak melakukan rutinitas salat duha, salah satu murid mengatakan bahwa kantor sedang dalam kondisi berantakan.

“Kebetulan di TPQ biasanya dipakai salat Duha untuk anak-anak sekolah (MI Miftahul Huda) paginya,” terang Choliq Triandi, S.Pd.I., kepala lembaga TA SDA pada Siarindo Media.

“Pas saya datang anak-anak lapor kalau kunci kelas tidak ada. Kemudian mereka bilang kalau kantor berantakan. Dari situ saya kaget dan langsung menuju ke kantor,” sambungnya.

Lebih lanjut, guru MI Miftahul Huda tersebut mengurai bahwa sesampainya di kantor, dia menyaksikan bahwa jendela kantor sudah terbuka.

“Jendela kantor itu untuk akses masuk malingnya itu. Terus saya masuk pakai kunci (pintu kantor) tapi pintu kantor itu terlihat bekas congkelan,” ujar Choliq.

“Kemudian saya masuk dan keadaan di dalam kantor sudah berantakan semua,” imbuhnya.

Dalam kejadian ini, Choliq memaparkan bahwa pihaknya tidak mengalami kerugian yang bersifat materi.

Karena belajar dari kejadian sebelumnya, Choliq menghimbau kepada segenap guru TA SDA agar tidak meninggalkan atau menyimpan barang berharga di dalam kantor.

Peristiwa ini, kata Choliq, merupakan kali keempat yang dialami oleh TA SDA. Polanya sama, para pelaku hanya mengincar uang yang ada di dalam kantor.

PERISTIWA KEEMPAT. Bangunan TA SDA tampak depan. Foto: Ist/Choliq

“Tujuan mereka (pelaku) hanya (mencuri) uang. Terbukti ada barang printer dan barang-barang lainnya yang masih utuh dan tidak diambil. Hanya diacak-acak,” papar pria yang didapuk memimpin TA SDA sejak tahun 2017 tersebut.

Di lain sisi, pada kejadian sebelumnya, Choliq sempat melaporkan peristiwa ini pada pihak berwenang. Namun karena keterbatasan barang bukti, kasus pembobolan kantor tersebut mandek di tengah jalan.

Melalui peristiwa ini, Choliq telah membuat upaya pencegahan atau proteksi untuk TA SDA dengan memasang pagar.

Selain itu, Choliq berasumsi bahwa para pelaku pembobolan kantor tersebut merupakan satu gerombolan yang sama.

“Di sini, perkiraan kami si pelaku itu sama. Jadi kayak anak-anak gitu ya, remaja,” terangnya.

“Karena setiap masuk ke situ (kantor) fokusnya yang dicari hanya uang,” pungkasnya.

MENGINCAR UANG. Beberapa berkas administrasi tampak berserakan pasca pembobolan kantor TA SDA, Jumat (19/1/2024). Foto: Ist/Choliq

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *