DARI TAHUN 70-AN HINGGA SEKARANG MBAH RAMELAN LESTARIKAN KESENIAN JARAN DOR

SIARINDOMEDIA.COM – Mbah Ramelan istiqomah melestarikan kesenian Jaran Dor hingga sekarang, sehingga dia dijuluki sebagai sesepuh jaranan di area Lor Brantas Kota Batu. Sangat tidak heran jika beliau menjadi pemateri dalam sebuah acara sinau bareng kesenian Jaran Dor karena dia juga sudah menggelutinya semenjak tahun 70-an.

“Saya  tidak menolak kesenian apa saja dan saya suka kesenian apa saja yang penting guyub rukun seluruhnya,” ungkap Mbah Ramelan

Mbah Ramelan, yang kini berusia 67 tahun, adalah sesepuh Kesenian Jaran Dor di Kota Batu. Dia menjelaskan bahwa jaman dulu hanya ada empat jenis kesenian yaitu wayang, tayub, pencak, dan yang utama adalah kesenian jaranan. Untuk kesenian pencak masih dihidupkan sampai sekarang dalam wujud kesenian banthengan yang sekarang viral.

DARI TAHUN 70-AN HINGGA SEKARANG MBAH RAMELAN LESTARIKAN KESENIAN JARAN DOR
UTAMAKAN GUYUP RUKUN. Mbah Ramelan menjadi narasumber sisik melik sinau bareng kesenian Jaran Dor, yang dihelat Komunitas Seloaji, hari Minggu lalu. Foto: Ayu Setia Ningsih

Dulu Mbah Ramelan ikut mengurusi jaran kepang di daerah Banyuning Malang. Namun sekarang karena tergerus jaman, jaran kepang di daerah Banyuning sudah tidak ada atau punah.

Mbah Ramelan saat itu menjadi wakil sesepuh dalam bagian nyuguh. Sejak mulai tahun 1970 dia tahu betul cerita atau perjalanan jaran kepang ini ketika jaman perang sebagai sarana ngamen atau tanggapan.

Jaman dulu pakaian yang digunakan oleh jaran kepang tidak sama dengan pakaian jaran kepang jaman sekarang. Pakaian yang dipakai saat ini merupakan pakaian yang modern, kalau pakaian yang dulu menggunakan celana karung goni berwarna coklat, baju dan ikat kepala juga berasal dari karung goni.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *