RAMAI WABAH BARU DI CINA, INI PENGERTIAN, PENGOBATAN, GEJALA, DAN PENCEGAHAN PNEUMONIA MISTERIUS

SIARINDOMEDIA.COM – Pneumonia misterius merebak di China dan seketika menarik perhatian banyak kalangan. Setelah sebelumnya Covid-19 yang berawal dari China akhirnya menjadi pandemi global, banyak orang menjadi waspada setelah mendengar ada penyakit misterius lain dari negeri tirai bambu tersebut.

Lantas, apa itu penyakit pneumonia? Berikut penjelasannya dalam artikel berikut.

Melansir Halodoc, pneumonia misterius ini diduga disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae dengan gejala demam, batuk, panas dingin, tidak napsu makan, napas cepat, mendengkur, sesak napas, muntah, sakit dada, sakit perut, dan lemas.

Badan kesehatan dunia WHO memberi peringatan serius terkait pneumonia yang menjadi wabah di China Utara pada 22 November lalu. Meski belum diketahui secara pasti, tapi 75% lonjakan kasus ini terjadi akibat infeksi Mycoplasma dan 40% di antaranya adalah Mycoplasma pneumoniae.

Sementara itu, Pneumonia sendiri adalah radang paru-paru karena infeksi virus atau bakteri. Peradangan ini menyebabkan paru-paru terisi oleh cairan maupun pus (dahak purulen). Sehingga ada juga yang menyebut pneumonia sebagai penyakit paru-paru basah.

Hal ini menjadi semakin berbahaya bila menyerang bayi karena sistem imunnya yang belum sekuat orang dewasa.

Mengenal penyakit pneumonia
AKIBAT INFEKSI VIRUS ATAU BAKTERI. Mengenal penyakit pneumonia yang menyebabkan radang pada paru-paru. Foto: Pexels

Pengobatan pneumonia dilakukan sesuai dengan penyebab sakitnya. Bila anak terkena pneumonia akibat virus, maka beri dia antibiotik dan harus diminum hingga habis sesuai aturan. Hal ini bertujuan agar bakteri jahat di dalam tubuh benar-benar mati dan tidak menginfeksi ulang.

Lalu bila anak mengalami susah pernapasan, mendengkur, atau napas cepat, dokter bisa memberikan penanganan pernapasan.

Sementara bila pneumonia ini disebabkan oleh virus, maka pengobatannya bukan menggunakan antibiotik, melainkan antivirus.

Waspadai bila anak mengalami demam tinggi, masalah pernapasan hingga membutuhkan oksigen dan muntah hingga tidak dapat minum obat. Bisa jadi paru-parunya telah terinfeksi dan bakteri atau virusnya telah menyebar ke aliran darah. Kondisi ini membuat pasien membutuhkan perawatan secara intensif.

Bawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan antibiotic, cairan infus dan perawatan pernapasan. Keadaan yang lebih serius bisa memungkinkan pasien dirawat di unit perawatan intensif (ICU).

Pada umumnya, infeksi akibat bakteri bisa sembuh dalam satu hingga dua minggu. Sementara pneumonia virus memerlukan pengobatan yang lebih lama, yaitu empat sampai enam minggu.

Perbanyak istirahat dan minum cairan untuk mempercepat pemulihan tubuh dalam melawan bakteri atau virus.

Pneumonia pada anak
WASPADAI MENYERANG ANAK. Pengobatan dan pencegahan pneumonia pada anak. Foto: Pixabay

Sedangkan pencegahan pneumonia dilakukan dengan imunisasi, di antaranya: imunisasi wajib Haemophilus influenzae, pneumococcus, dan batuk rejan mulai usia 2 bulan.

Dilanjutkan dengan Vaksin flu saat usia anak 6 bulan hingga 19 tahun. Lalu vaksin Covid-19 bagi semua semua anak usia 5 tahun ke atas.

Selain itu, sebisa mungkin bentuk lingkungan anak-anak yang jauh dari orang dengan gejala infeksi saluran pernapasan, seperti hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan dan batuk.

Bila si kecil sudah berusia di atas dua tahun, masker bisa membantu mencegah penyebaran virus dan bakteri penyebab pneumonia.

Terakhir, penuhi asupan vitamin dan suplemen yang diperlukan anak untuk membantu peningkatan daya tahan tubuhnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *