KAIN PEMBALUT LUKA TERNYATA PERTAMA KALI DITEMUKAN DI GAZA, SIMAK SEJARAH SINGKATNYA

SIARINDOMEDIA.COM – Kain pembalut luka atau yang lebih populer disebut dengan kain kasa adalah kain tipis tembus pandang dengan tenunan renggang serta memiliki tekstur yang lembut dan dapat menyerap cairan. Tapi tahukah kamu bahwa ternyata kain pembalut luka pertama kali ditemukan di Gaza?

Faktanya, kain kasa yang digunakan untuk membalut luka berasal dari Gaza, Palestina, tempat di mana banyak warga sipil yang terluka akibat Perang Hamas-Israel.

Penggunaan pembalut luka sudah ada sejak zaman dahulu kala, dimana orang menggunakan bahan alami seperti daun, kulit binatang, dan bahkan jaring laba-laba untuk menutupi luka dan mencegah infeksi.

Namun penggunaan pembalut luka steril berbahan kain kasa dianggap sebagai pertolongan pertama untuk mencegah infeksi.

Perdagangan kain kasa di Gaza hingga Eropa sudah berlangsung di Eropa sejak tahun 1279. Dari dulu, orang-orang memang sudah sering menyebutnya kain kasa, gauze, atau gasa, sesuai dengan nama kota kain tersebut diciptakan, yaitu غزة (Ghazza).

Kemudian, pada tahun 1797, Dominique Jean Larrey, seorang panglima ahli bedah tentara Napoleon dari Italia mengembangkan metode yang lebih efisien dalam membalut luka dengan kain kasa, yaitu dengan membungkusnya berlapis-lapis untuk menciptakan tekanan pada luka dan mempercepat penyembuhan.

Kain kasa dari Gaza terkenal karena kualitasnya yang baik dan menjadi komoditas yang diperdagangkan di berbagai wilayah.

Sebelum perang 7 Oktober 2023, kain kasa sebenarmya masih diproduksi di Gaza, namun sayangnya saat ini banyak industi di Gaza yang lumpuh karena perang, termasuk industri tekstil.

Sungguh kenyataan yang ironis, Gaza yang merupakan tempat tempat terciptanya kain pembalut luka kini menjadi tempat yang penuh dengan luka.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *