LPBH NU KOTA MALANG PERKUAT KAPASITAS HUKUM SANTRI MELALUI PELATIHAN PARALEGAL JILID II

SIARINDOMEDIA.COM – Guna memperkuat kapasitas hukum para santri, Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kota Malang menyelenggarakan kegiatan pelatihan paralegal santri jilid II selama dua hari, Selasa dan Rabu (5-6/12/2023).

Giat yang digelar di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang ini mengangkat Tema “Mendidik dan Melatih Paralegal Santri Sebagai Upaya Memperkuat Akses Keadilan Bagi Masyarakat Melalui Layanan Bantuan Hukum”.

Di lain sisi, pelatihan paralegal santri jilid II tersebut diikuti 30 peserta terpilih dari kalangan mahasiswa S1, Mahasiswa S2 dan fresh graduate dari berbagai universitas maupun pengurus lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama Kota Malang.

Dalam sambutannya, Sekretaris LPBH NU Kota Malang, Fajar Santoso, S.H  menyebut  bahwa tujuan dari pelatihan paralegal santri II ini adalah agar para santri dapat melek hukum dan dapat berkontribusi dalam penegakan hukum sesuai dengan kapasitanya masing-masing.

“Adanya kegiatan ini tentu untuk memperkuat kapasitas hukum para santri. Khususnya para sarjana-sarjana hukum,” ujar Fajar.

“Biar keilmuan yang diberikan dalam agenda ini bisa dijadikan landasan untuk berkontribusi secara maksimal dalam program-program yang digagas oleh LPBH NU Kota Malang,” imbuh dosen UIN Malang tersebut.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua LPBH NU Kota Malang, Dr. Fachrizal Afandi.

Fachrizal menyampaikan, bahwa pelatihan paralegal ini merupakan langkah awal sebelum proses mendampingi masyarakat mewakili LPBH NU Kota Malang.

“Alhamdulillah kita sudah menggelar pelatihan ini pada tahun kedua. Tentu tujuannya tak lain adalah untuk menyiapkan para sarjana hukum sebelum terjun mendampingi masyarakat dalam hal ini mewakili LPBH NU Kota Malang,” ucapnya.

Dr. Fachrizal Afandi dan Imam Hidayat
BERI PENDAMPINGAN PARALEGAL. Ketua LPBH NU Kota Malang, Dr. Fachrizal Afandi (kiri) memberikan sertifikat pemateri kepada Sekjen DPN Peradi RBA, Imam Hidayat, SH., MH. selepas penyampaian materi terkait Pendampingan Perkara Pidana. Foto: Asrori

Selanjutnya agenda disambung dengan penyampaian materi. Materi pertama disampaikan oleh Ngesti D. Prasetya, S.H., M.H. dengan tema :Analisa Sosial, Politik Hukum Pemerintah Daerah”.

Materi kedua disampaikan oleh Sekretaris LPBH NU Kota Malang dengan tema “Orientasi Dasar: Paralegal, Hak Bantuan Hukum dan Akses Keadilan”.

Sementara, materi tentang “Paralegal Santri dan Hak Akses Keadilan” disampaikan langsung oleh Ketua LPBH NU Kota Malang. Sedangkan materi mengenai “Pendampingan Perkara Hukum Administrasi dan Tata Usaha Negara” dipaparkan oleh Imam Sukadi, S.H., M.H.

Sekjen DPN Peradi RBA, Imam Hidayat, S.H., M.H. juga memberi materi terkait Pendampingan Perkara Pidana (Litigasi dan non litigasi) dalam agenda ini.

Dan M. Fahrudin, aktivis anti korupsi dan Akademisi FH Unisma menyampaikan materi terkait Pendidikan anti korupsi. Materi tersebut menjadi penutup hari pertama Pelatihan Paralegal Santri jilid dua ini.

Pelatihan Paralegal Santri jilid II
PELATIHAN HUKUM PENTING BAGI SANTRI. Dzulfikar Sayyidin Panatagama saat melontarkan pertanyaan dalam agenda Pelatihan Paralegal Santri jilid II, Selasa (5/12/2023). Foto: Asrori

Pada hari Rabu 6 Desember 2023, peserta paralegal santri juga akan mendapatkan materi dari Wiwik Budi Wasito, SH., MH mantan panitera pengganti di Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. Mufidah CH, Guru Besar Hukum Keluarga dari UIN Malang, Sri Wahyunigsih, S.H. MH dari WCC Malang, Daniel Siagiaan dari LBH Surabaya Pos Malang serta Heru Kurniawan dan Etika Silvi dari tim paralegal LPBH NU Kota Malang Angkatan pertama.

Dzulfikar Sayyidin Panatagama, salah satu peserta asal Gresik menilai bahwa giat ini sangat penting untuk sarjana hukum yang mana nantinya akan menerapkan ilmunya di Masyarakat luas.

“Untuk hari pertama ini tentu pengenalan LPBH NU yang mana membuka jendela baru tentang jaminan hukum dan akses keadilan bagi masyarakat luas terkhusus warga Nahdliyyin,” kata pria yang akrab disapa Agam.

“Dengan background santri NU, tentu pelatihan ini penting dan bermanfaat untuk mewujudkan keadilan bagi masyarakat luas,” tutup mahasiswa Pascasarjana UIN Malang tersebut.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *