TERPAPAR SINAR X-RAY TERUS MENERUS SEBABKAN KERUSAKAN PERMANEN PADA ANGGOTA TUBUH

SIARINDOMEDIA.COM – Para teknisi sinar-X di Royal London Hospital pada awal tahun 1900-an, banyak anggota tubuhnya, terutama tangan, menunjukkan kerusakan permanen akibat terpapar radiasi langsung secara terus menerus.

Para teknisi tersebut setiap pagi harus mengkalibrasi mesin dengan melakukan rontgen tangan. Pada masa itu, mereka tidak mengetahui bahaya paparan radiasi. Sehingga mereka mengira aman-aman saja menggunakan tangan untuk mengkalibrasi mesin X-ray.

Bahkan di awal-awal penemuan sinar X-ray, masyarakat dapat membeli dan memakainya di rumah untuk tujuan hiburan. Masyarakat kala itu menganggap unik dan menyenangkan bisa melihat obyek tembus pandang. Termasuk tulang belulang yang tersembunyi di balik kulit dan daging mereka.

Karena seringnya terpapar radiasi, mereka di kemudian hari menderita kanker atau harus diamputasi bagian tubuhnya.

Hal yang sama juga dialami pelopor yang pertama kali meneliti sinar-X, Marie Curie, yang meninggal pada tanggal 4 Juli 1934 karena leukemia akibat paparan radiasi yang berkepanjangan selama karirnya.

Tak hanya itu, buku catatan laboratorium perempuan peraih Nobel dua kali itu juga masih memancarkan sinar radio aktif hingga saat ini.

Buku catatan Marie Curie
MENGANDUNG RADIO AKTIF. Buku catatan laboratorium Marie Curie yang hingga kini masih memancarkan radiasi. Foto: Quora

Sinar-X ditemukan pada tahun 1895 oleh seorang pria bernama Wilhelm Conrad Röntgen, seorang insinyur mesin dan fisikawan Jerman.

Sang ilmuwan menamakannya X-ray karena dia sebenarnya tidak memiliki nama untuk penemuannya. Röntgen lalu memutuskan untuk menggunakan sebutan matematika “x” untuk sesuatu yang tidak diketahui.

Di beberapa negara Eropa, sinar X tetap disebut dengan sinar Röntgen.

Röntgen tidak meminta paten atas penemuannya karena dia ingin masyarakat mendapat manfaat dari penerapan praktis sinar-X.

Pada tahun 1901, Röntgen dianugerahi Hadiah Nobel Fisika. Dia menerima penghargaan prestisius di kalangan ilmuwat tersebut berkat penemuan sinar-X yang menandai dimulainya zaman fisika modern dan merevolusi kedokteran diagnostik. (TON)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *