SIARINDOMEDIA.COMÂ – Dalam kesempatan menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ketiga Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (PP ISNU) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bakal siapkan beasiswa khusus mahasiswa perguruan tinggi berbasis pesantren.
“Insyaallah tahun depan sudah ada 251 Master berbasis pesantren beasiswa Pemprov Jawa Timur,” ucap Khofifah kemudian disambut tepuk tangan para hadirin.
“Dua tahun lagi, insyaallah ada 20 Doktor berbasis pesantren beasiswa dari Pemprov Jawa Timur,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ketua PP Muslimat NU tersebut menambahkan bahwa saat ini ada mahasiswa angkatan ketiga yang mendapatkan beasiswa dari Pemprov Jatim untuk melanjutkan studi di universitas Al-Azhar Kairo.
Selain itu, Gubernur Jatim tersebut juga memaparkan perkembangan pendidikan dan perekonomian yang ada di Jawa Timur.
Khofifah menceritakan bagaimana daerah-daerah lain berkonsultasi dan meminta pendapat mengenai Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
“Ada dekan-dekan Fakultas Kedokteran. Di Indonesia ini ada 93 Fakultas Kedokteran. Mereka datang meminta kemudian mereka meminta resepnya Jawa Timur,” ungkap Khofifah.
“Jadi kalo ada sahabat-sahabat ISNU yang dokter, maka PPDS di Indonesia yang di dalam tanggungan Pemprov hanya PPDS di perguruan tinggi di Jawa Timur,” imbuhnya.
Mantan menteri sosial tersebut menambahkan bahwa perguruan tinggi lain di luar Jatim masih kewalahan menyiapkan anggaran untuk program ini.
Khofifah menilai bahwa fakta tersebut merupakan bentuk komitmen dan kontribusi Pemprov Jatim untuk calon dokter seluruh Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Indonesia.
Saat beberapa daerah, urai Gubernur Jatim, mencoba menerapkan program ini namun kerap kali mandek di tahun pertama, Khofifah hanya mengatakan bahwa Allah lah yang mencukupkan semuanya.
“Sering kali studi banding saya ditanyai, bagaimana me-manage anggaran itu? Saya bilang; Allah mencukupi,” jelas Khofifah.
“Jadi kalo Allah yang mencukupkan itu matematikanya agar repot ngitungnya,” tutup Gubernur Jatim tersebut.













