SIARINDOMEDIA.COM – PBB mengumumkan bahwa Gaza menerima pengiriman bantuan 6.083 galon bahan bakar pertamanya sejak konflik Israel-Hamas lebih dari lima minggu lalu.
Namun, pengiriman bantuan bahan bakar tersebut dilarang untuk dibawa ke rumah sakit oleh Israel karena kondisi tidak kondusif.
Direktur PBB UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East), Thomas White menyatakan bahwa bantuan bahan bakar tersebut hanya memenuhi 9% dari kebutuhan harian di Gaza. Itu hanya setara dengan setengah truk bahan bakar.
“Tidak ada bahan bakar untuk air atau rumah sakit. Ini hanya 9% dari kebutuhan harian untuk mempertahankan aktivitas penyelamatan nyawa,” kata Thomas White. “Sama sekali tidak cukup! Masih banyak lagi yang dibutuhkan,” ujar Thomas White, Kamis (16/11/2023).
Sementara itu, sehari sebelumnya Israel melancarkan serangan militer di dalam Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza dengan tuduhan Hamas mendirikan pos komando di rumah sakit tersebut. Ribuan warga sipil Palestina diyakini berlindung di rumah sakit itu yang saat ini kehabisan bahan bakar.
UNRWA memperingatkan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan yang menjadi tumpuan lebih dari 2 juta orang di Gaza akan segera terhenti kecuali Israel mengizinkan pengiriman bahan bakar.
“UNRWA sudah memberi peringatan mengenai situasi kriris bahan bakar tiga minggu yang lalu. Memperingatkan tentang persediaan bahan bakar yang cepat habis dan dampaknya terhadap operasi penyelamatan nyawa. Sejak itu, kami telah menjatah penggunaan bahan bakar secara besar-besaran dan mengakses bahan bakar yang sudah ada dan disimpan dalam jumlah yang terbatas di depot Jalur Gaza, melalui koordinasi erat dengan otoritas Israel,” kata Komisaris Jenderal Philippe Lazzarini.
“Tanpa bahan bakar, operasi kemanusiaan di Gaza akan segera berakhir. Lebih banyak orang akan menderita dan kemungkinan besar akan meninggal,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Philippe mengatakan dia merasa tidak masuk akal jika lembaga-lembaga kemanusiaan kekurangan bahan sampai pada titik dimana mereka hampir tidak bisa bertahan dan harus meminta bahan bakar.
“Sejak awal perang, bahan bakar telah digunakan sebagai senjata perang dan hal ini harus segera dihentikan. Saya mengimbau semua pihak untuk menyediakan bahan bakar sekarang dan berhenti menggunakan bantuan kemanusiaan untuk keuntungan politik atau militer.”
Karena kehabihan bahan bakar, sejak hari Senin pekan ini, dua kontraktor distribusi air utama UNRWA telah menghentikan operasinya yang mengakibatkan 200.000 orang di Gaza kehilangan akses terhadap air minum.














