SIARINDOMEDIA.COM – Perusahaan Listrik Negara (PLN) memiliki rencana untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik terbarukan sebesar 31,6 gigawatt (GW) pada periode tahun 2024-2033.
Rencana ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan.
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2020-2029, PLN menargetkan peningkatan kapasitas listrik terbarukan dari 10,8 GW pada tahun 2024 menjadi 42,4 GW pada tahun 2033. Kapasitas listrik terbarukan ini akan mencakup berbagai sumber energi terbarukan, seperti energi surya, energi angin, energi biomassa, dan energi air.
Namun, PLN tidak akan serta merta melakukan penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara dalam waktu dekat.
“Kami telah sepakat bahwa ini bukan penghapusan penggunaan batubara secara bertahap, namun penghentian penggunaan batubara secara bertahap,” kata Chief Executive PLN, Darmawan Prasodjo.
PLN juga berencana untuk mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga angin, dan pembangkit listrik tenaga biomassa.
PLN juga akan melanjutkan pengembangan pembangkit listrik tenaga air, yang telah menjadi sumber utama energi terbarukan di Indonesia.
Dengan meningkatnya kapasitas listrik terbarukan, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada batu bara dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Selain itu, pengembangan energi terbarukan juga dapat memberikan akses listrik yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.














