SIARINDOMEDIA.COM – Militer Israel menyatakan pasukan tempurnya telah memasuki Rumah Sakit Al-Shifa, Rabu (15/11/2023).
Israeli troops about to storm Al Shifa hospital in Gaza: 100s of injured people including babies, nurses & refugees await an israeli massacre pic.twitter.com/fH8GIBXUUY
— Sarah Wilkinson (@swilkinsonbc) November 15, 2023
Tentara Israel telah mengepung rumah sakit terbesar di Gaza tersebut sebagai bagian dari pertempuran darat melawan Hamas. Sebelumnya, Israel mengklaim Hamas melakukan operasinya militernya dari Al-Shifa.
Namun pasukan tempur Israel menahan diri untuk menggempur habis-habisan Al-Shifa karena keberadaan ribuan warga, pasien dan petugas medis yang berlindung di dalamnya.
Israel menuduh Hamas menggunakan mereka sebagai tameng hidup, hal yang tentu saja dibantah Hamas. Pejuang militan Palestina itu menolak tuduhan Israel dan menyebutnya sebagai ‘narasi yang mengada-ada’.
Kondisi di dalam rumah sakit sendiri terus memburuk akibat blokade berhari-hari IDF (militer Israel). Al-Shifa dikabarkan tak lagi memiliki bahan bakar sehingga tak dapat beroperasi. Para dokter juga melaporkan kondisi ‘malapetaka bagi pasien, staf dan warga sipil yang ada di dalam. Termasuk puluhan bayi yang dirawat.
Dikutip dari CNN, seorang dokter mengatakan bahwa mereka hanya diberi peringatan 30 menit sebelum Israel melancarkan operasi militernya.
“Kami diperintahkan menjauhi jendela dan balkon,” kata Dr. Khaled Abu Samra.
“Kami dapat mendengar suara kendaraan lapis baja. Mereka sangat dekat dengan pintu masuk kompleks (rumah sakit, red),” lanjutnya.
Sementara itu, dalam pernyataan tertulis, militer Israel mengatakan telah memulai “operasi terukur dan tepat sasaran terhadap Hamas di area tertentu di Rumah Sakit Al-Shifa”.
Pernyataan itu tidak merinci secara jelas berapa banyak tentara yang masuk ke rumah sakit tersebut. Tapi para saksi mata mengatakan bahwa sudah ada tank Israel yang merangsek masuk ke kompleks rumah sakit.
“Kami dapat melihat mereka mengarahkan moncong tank ke rumah sakit. Kami tak tahu apakah tentara sudah berada di dalam gedung rumah sakit. Yang jelas mereka ada di dalam kompleks bersama tank-tank tersebut,” kata Khader Al Za’anoun, seorang reporter Kantor Berita Palestina, WAFA, kepada CNN.
Dia melaporkan sudah terjadi baku tembak di halaman kompleks. Sejumlah jendela di salah satu bangunan rumah sakit juga pecah berantakan.

Dokter dan wartawan yang ada di dalam Al-Shifa menggambarkan upaya setengah sia-sia untuk menjaga bayi prematur tetap hidup di tengah rusaknya fasilitas rumah sakit. Sejumlah prosedur medis darurat terpaksa dilakukan dengan bantuan penerangan dari cahaya lilin.
Kelangsungan hidup puluhan bayi yang baru lahir, beberapa di antaranya prematur, berada dalam bahaya ketika aliran listrik di rumah sakit terputus akhir pekan lalu. Ada upaya memasukkan inkubator ke dalam Al-Shifa. Namun tanpa aliran listrik dan bahan bakar, inkubator-inkubator tersebut tidak berfungsi. (TON)













