ISRAEL LANCARKAN SERANGAN DARAT KE RUMAH SAKIT AL-SHIFA

DOKTER, NAKES DAN PASIEN HANYA DIBERI WAKTU 30 MENIT UNTUK EVAKUASI

SIARINDOMEDIA.COM – Militer Israel menyatakan pasukan tempurnya telah memasuki Rumah Sakit Al-Shifa, Rabu (15/11/2023).


Tentara Israel telah mengepung rumah sakit terbesar di Gaza tersebut sebagai bagian dari pertempuran darat melawan Hamas. Sebelumnya, Israel mengklaim Hamas melakukan operasinya militernya dari Al-Shifa.

Namun pasukan tempur Israel menahan diri untuk menggempur habis-habisan Al-Shifa karena keberadaan ribuan warga, pasien dan petugas medis yang berlindung di dalamnya.

Israel menuduh Hamas menggunakan mereka sebagai tameng hidup, hal yang tentu saja dibantah Hamas. Pejuang militan Palestina itu menolak tuduhan Israel dan menyebutnya sebagai ‘narasi yang mengada-ada’.

Kondisi di dalam rumah sakit sendiri terus memburuk akibat blokade berhari-hari IDF (militer Israel). Al-Shifa dikabarkan tak lagi memiliki bahan bakar sehingga tak dapat beroperasi. Para dokter juga melaporkan kondisi ‘malapetaka bagi pasien, staf dan warga sipil yang ada di dalam. Termasuk puluhan bayi yang dirawat.

Dikutip dari CNN, seorang dokter mengatakan bahwa mereka hanya diberi peringatan 30 menit sebelum Israel melancarkan operasi militernya.

“Kami diperintahkan menjauhi jendela dan balkon,” kata Dr. Khaled Abu Samra.

“Kami dapat mendengar suara kendaraan lapis baja. Mereka sangat dekat dengan pintu masuk kompleks (rumah sakit, red),” lanjutnya.

Sementara itu, dalam pernyataan tertulis, militer Israel mengatakan telah memulai “operasi terukur dan tepat sasaran terhadap Hamas di area tertentu di Rumah Sakit Al-Shifa”.

Pernyataan itu tidak merinci secara jelas berapa banyak tentara yang masuk ke rumah sakit tersebut. Tapi para saksi mata mengatakan bahwa sudah ada tank Israel yang merangsek masuk ke kompleks rumah sakit.

“Kami dapat melihat mereka mengarahkan moncong tank ke rumah sakit. Kami tak tahu apakah tentara sudah berada di dalam gedung rumah sakit. Yang jelas mereka ada di dalam kompleks bersama tank-tank tersebut,” kata Khader Al Za’anoun, seorang reporter Kantor Berita Palestina, WAFA, kepada CNN.

Dia melaporkan sudah terjadi baku tembak di halaman kompleks. Sejumlah jendela di salah satu bangunan rumah sakit juga pecah berantakan.

Bayi2 baru lahir di Al-Shifa Gaza
MEREKA BUKAN TERORIS. Bayi-bayi baru lahir, termasuk prematur, terancam nyawanya karena fasilitas Rumah Sakit Al-Shifa rusak parah akibat pengeboman membabi buta Israel. Foto: ABC News (Australia)/YouTube

Dokter dan wartawan yang ada di dalam Al-Shifa menggambarkan upaya setengah sia-sia untuk menjaga bayi prematur tetap hidup di tengah rusaknya fasilitas rumah sakit. Sejumlah prosedur medis darurat terpaksa dilakukan dengan bantuan penerangan dari cahaya lilin.

Kelangsungan hidup puluhan bayi yang baru lahir, beberapa di antaranya prematur, berada dalam bahaya ketika aliran listrik di rumah sakit terputus akhir pekan lalu. Ada upaya memasukkan inkubator ke dalam Al-Shifa. Namun tanpa aliran listrik dan bahan bakar, inkubator-inkubator tersebut tidak berfungsi. (TON)

Cek juga berita kami lainnya di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *