PENIPUAN MOBIL TERBESAR SEPANJANG SEJARAH

SIARINDOMEDIA.COM – Barangkali banyak di antara kita pernah mendengar kasus-kasus penipuan atau penggelapan mobil. Satu hingga beberapa unit mobil dibawa kabur yang membuat pemiliknya terpaksa melapor ke polisi, kerap diberitakan media massa.

Kendati tergolong tindakan kriminal yang bisa membuat pelakunya mendekam dalam penjara, namun jumlah mobil yang diperoleh dengan jalan tipu-tipu ini biasanya tak lebih dari hitungan jari satu tangan.

Hal ini berbeda dengan yang terjadi hampir 50 tahun silam. Tak hanya 1, 2, 3 atau 10 mobil yang digondol, tapi 1.000 unit!

Saking banyaknya jumlah unit yang dikuasai secara ilegal, peristiwa itu akan selalu dikenang sebagai penipuan atau bahkan boleh disebut perampokan mobil terbesar sepanjang sejarah. Berikut kisahnya.

Pada tahun 1974, Pemerintah Korea Utara memesan sekaligus 1.000 unit mobil Volvo dari Swedia. Pihak produsen meresponnya dengan gembira karena melihatnya sebagai keuntungan dalam waktu cepat. Apalagi pertumbuhan ekonomi di Korea Utara saat itu cukup pesat di antara negara-negara berkembang lainnya.

Mobil-mobil Volvo 144 segera dikirim dan diantar secara bergelombang tahun itu juga. Mobil jenis sedan tersebut berbentuk kotak dengan bodi kokoh.

Mobil dipesan langsung Pemimpin Korea Utara, Kim Il-sung, kakek dari Kim Jong-un.

Namun pemesanan 1.000 unit Volvo itu tak lebih dari modus saja. Begitu sampai di tempat tujuan, Pemerintah Korea Utara ogah membayarnya. Sebiji pun mobil itu tak ada yang dibayar. Hanya dipakai saja secara gratisan.

Tentu saja pihak produsen marah besar. Mereka terus mengirim tagihan ke negara bersangkutan. Selama 49 tahun, Volvo dua kali dalam setahun mengirimkan peringatan ke Pyongyang agar segera melunasi mobil-mobil yang telah dipesan.

Namun tagihan yang kini totalnya mencapai USD322 juta (Rp5,05 triliun) tak pernah digubris Pemerintah Korea Utara. Peristiwa inilah yang kemudian dikenal sebagai penipuan mobil terbesar dalam sejarah. (TON)

Cek juga berita kami lainnya di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *