PCNU KOTA BATU GELAR NGAJI BARENG KITAB RISALAH AHLISSUNNAH WAL JAMAAH

SIARINDOMEDIA.COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kota Batu kembali gelar agenda rutin Ngaji Bareng bersama Rais Syuriah PCNU Kota Batu, KH. Hazum Sirojuddin, SH., di aula kantor PCNU Kota Batu, Jumat (10/11/2023).

Agenda yang diselenggarakan setiap dua bulan sekali ini mengkaji kitab karya KH. Hasyim Asyari yang berjudul Risalah Ahlissunnah wal Jamaah.

Takim, M.Pd., Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Batu mengungkapkan bahwa giat ini merupakan ajang silaturahmi antara PCNU Kota Batu, Banom dan pengurus MWCNU se-Kota Batu.

“Jadi ini merupakan momen silaturahim bersama antar pengurus PCNU Kota Batu bersama Banom dan Lembaga serta pengurus MWCNU se Kota Batu yang dilakukan 2 bulan sekali dengan ngaji kitab Risalah Ahlusunnah wal jamaah bersama Rais Syuriyah PCNU Kota Batu,” ucap Takim dalam sambutannya.

Selain itu, kitab karya KH. Hasyim Asyari tersebut merupakan bentuk usaha intelektual dalam mempertahankan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia yang dilakukan oleh Hadratussyekh.

Latar belakang lahirnya karya ini tak lain karena mencuatnya gerakan modernisme Islam di Indonesia.

Warga Nahdliyin yang selalu tegak lurus pada pemikiran KH. Hasyim Asyari, selalu mempopulerkan kitab ini, baik di lingkup pesantren maupun kajian-kajian umum seperti ini.

Lebih lanjut, kitab tersebut dilatarbelakangi munculnya berbagai aliran Islam di Nusantara, terlihat seperti dalam apa yang disampaikan oleh Hadratussyekh dalam wacana pembuka pasal kedua kitab ini. Secara eksplisit hal ini terungkap pada paragraf kedua pasal itu. Hadratussyekh di dalamnya mengatakan:

“Kemudian terjadilah pada tahun 1330 (H) kelompok-kelompok yang bermacam-macam, pandangan-pandangan yang saling bertentangan, pendapat-pendapat yang membingungkan, orang-orang yang memperebutkan pengikut….”

Kemudian dalam paragraf selanjutnya Kiai Hasyim mengatakan: “Sebagian dari mereka ada yang mengikuti pendapat Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha, yang mana mereka berdua mengambil bid’ah dari Muhammad bin Abdul Wahab….” (hal. 9).

Kitab karya pendiri NU tersebut terdiri dari 10 pasal ditambah dengan satu lagi khutbah kitab (pendahuluan). Pasal pertama dari kitab ini setelah pendahuluan membahas tetang pemahaman mengenai pengertian dari kata sunnah dan kata bid’ah. Masing-masing kedua istilah tersebut dibahas dari segi tinjauan pengertian bahasa (etimologi) dan pengertian istilah (terminologi).

Lebih jauh lagi, selain ngaji kitab, momentum ini juga diisi dengan koordinasi terkait open donasi yang ditujukan untuk warga palestina.

“Dalam kegiatan ini juga kita koordinasikan terkait open donasi untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Takim.

“Tentunya dalam hal ini akan dibuatkan posko bersama dan penyaluran akan langsung terpusat seluruh Indonesia melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” tutup Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Batu tersebut.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *