LEBIH ADAPTIF, IGRA GELAR WORKSHOP PENGEMBANGAN KURIKULUM MERDEKA DI RAUDHATUL ATHFAL

SIARINDOMEDIA.COM – Lembaga pendidikan Raudhatul Athfal (RA) semakin adatif terhadap perkembangan zaman. Hal ini terwujud dari digelarnya workshop mengenai pelaksanaan kurikulum Merdeka pada lembaga Islami ini. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Ikatan Guru RA (IGRA), sekaligus menggelar Munas yang kelima.

Hal tersebut disampaikan oleh pemateri Workshop kurikulum Merdeka, Dr. Irma Yuliantina, MPd. Menurutnya, pelatihan ini mengenai bagaimana kurikulum Merdeka dapat dilaksanakan di RA. Harapannya guru-guru RA paham bahwa ruh kurikulum ini bukan semata perubahan dokumen semata. Namun yang paling penting, ialah pola pembelajaran yang harus disesuaikan dengan banyak mengakomodir kepentingan anak.

“Dengan titik tekannya, pada kegiatan bermain yang menyenangkan dan bermakna,” ungkap Irma, Ahad (29/10) di Singhasari Resort, Kota Batu.

Menurut anggota Tim Pengembang kurikulum RA di Kementerian Agama ini, perubahan kurikulum ini sebuah keniscayaan. Lantaran zaman juga sudah berubah, hingga sebetulnya arah dari perubahan kurikulum ini, para guru RA paham seperti apa perubahan sistem bahan pembelajarannya.

“Sebetulnya ruh dari kurikulum Merdeka ini adalah pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna,” tandas Irma.

BENTUK KARAKTER ANAK ISLAMI. Pemateri Workshop kurikulum Merdeka, Dr. Irma Yuliantina, MPd. Foto: Dedik Achmad.

Di mana pembelajarannya harus dapat menyenangkan anak, hingga harus ada pilihan beberapa permainan. Termasuk di dalamnya, permainan yang dapat mendorong anak didik untuk bersikap kritis dan kreatif. Jadi guru RA harus eksploratif dalam merancang pembelajarannya.

Maka pada pelaksanaannya, kurikulum Merdeka ini memerlukan guru-guru yang dapat beranjak dari yang biasanya terpaku pada buku paket dan LKS saja. Kemudian berubah, kini guru dituntut untuk dapat menyiapkan alat dan bahan yang dapat mendorong anak untuk mencoba sesuatu permainan dan bereksplorasi di dalamnya.

“Menjadikan anak lebih kreatif serta mampu bekerjasama. Hal ini sesuai dengan tuntutan abad 21,” ucap dosen Pasca Paud di Universitas Panca Sakti Bekasi ini.

Diakuinya, pemerintah belum mewajibkan pelaksanaan kurikulum Merdeka ini di RA. Namun di lembaga ini sendiri sudah digagas pilotingnya. Dengan demikian pelan-pelan cara mengajar para gurunya juga diperbaiki.

Lewat upaya ini nantinya akan lahir anak-anak yang kemampuannya sesuai dengan tuntutan abad ini. Yaitu anak yang kritis, kreatif, kolaboratif, hingga tidak hanya dokumen yang berubah, namun yang utama di RA seluruh Indonesia tetap menanamkan nilai-nilai Islami.

“Karena khasnya pembelajaran di lembaga RA ini banyak mengedepankan prilaku Islamyiah. Termasuk juga akidah, akhlak, dan pengenalan bahasa Arab tentunya,” tutup Irma.

Author

  • Kuli tinta yang gemar rebahan sekaligus doyan makan. Namun terobsesi pengen jadi manusia yang manfaat dunia akherat.

    View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *