SIARINDOMEDIA.COM – H Pujianto SE MHum memang getol memperjuangkan kesejahteraan para Guru PAUD. Selain sukses menghantarkan kenaikan intensif para guru, anggota DPRD Kota Malang ini ternyata juga berhasil memperjuangkan program beasiswa untuk putra-putri para pendidik usia dini.
Ditemui disela-sela Outbound bersama 125 Guru PAUD se-Kecamatan Lowokwaru, Pujianto menyatakan komitmennya tersebut yang dia perjuangkan sejak 2004 saat menjadi anggota DPRD Kota Malang. Dengan kenyang pengalaman, dia terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Malang.
“Salah satunya dengan memperjuangkan kesejahteraan para guru sebagai pendidik generasi bangsa,” ungkap Pujianto, Sabtu (28/10/2023) di Bumi Perkemahan Bedengan Dau, Kabupaten Malang.
Anggota Komisi D ini memang telah memperjuangkan kenaikan intensif para Guru PAUD, yang sebelumnya cuma Rp600.000 per bulan. Berkat perjuangannya rencananya mulai tahun depan dinaikan menjadi Rp750.000.
Pendidikan dari para putra-putri Guru PAUD juga tak luput Pujiono perjuangkan. Walhasil hampir 200 anak-anak para guru tersebut mendapat beasiswa di jenjang SMA. Sedangkan di Perguruan Tinggi, terdapat 40 anak yang mendapat program ini.
“Nanti andaikata terpilih lagi, beasiswa untuk anak-anak Guru PAUD ini akan saya perjuangkan meningkat kuantitasnya,” ucap Pujianto.
Termasuk juga kenaikan intensif Guru PAUD, yang dipandang politikus dari Partai PAN ini, masih dibawah nilai kebutuhan. Dimana nantinya kedepan angka tersebut disesuaikan dengan APBD Kota Malang. Menurutnya sepantasnya intensif tersebut setara UMK Kota Malang
Di sisi lain, selama puluhan tahun menjadi anggota Dewan Pujianto mengaku berpengalaman mengemban amanat di berbagai Komisi. Namun saat ini dia menjadi Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah.
Menurutnya tanggung jawab di Komisi D ini cukup berat. Lantaran komisi ini membidangi mulai anak lahir hingga orang meninggal. Termasuk pula bidang pendidikan, kesehatan, seni dan budaya, serta masalah sosial lainnya.
Pujianto mengaku juga telah banyak memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, terutama para pekerja seni. Dimana saat Pandemi dua tahun lalu, masyarakat yang paling terdampak diantaranya orang-orang seni budaya. Mereka nihil tanggapan maupun pameran, hingga berat untuk beban biaya hidup.
Dia pun kemudian mengumpulkan para pekerja seni wilayah Kecamatan Lowokwaru yang kemudian difasilitasisnya untuk memulai membuka UMKM.
“Alhamdulillah ada 19 UMKM yang terbentuk dan sudah berjalan sampai saat ini,” tutupnya.













