SIARINDOMEDIA.COM – Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Arab Lembaga Semi Otonom (LSO) Sanggar Seni dan Budaya Al-Karomi kembali gelar pentas studi ke-13 di Lab Drama Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM), Jum’at (27/10/2023).
Agenda tersebut merupakan program rutin Al-Karomi guna mewadahi potensi anggota HMD Sastra Arab UM dalam bidang teater dan seni peran. Nisrina Adelia Syahla, Pemimpin Produksi Pentas Studi ke-13 mengungkapkan, bahwa agenda ini sempat mengalami vakum yang cukup lama.
“Acara ini kan memang acara rutinan. Tapi kemarin sempat vakum karena Covid. Vakum sekitar dua-tiga tahunan tapi sekarang sudah digelar lagi,” ucap Adel kepada reporter Siarindo Media saat dijumpai selepas agenda.
Lebih lanjut, Pemimpin Produksi Pentas Studi ke-13 Al-Karomi tersebut menambahkan, bahwa tema yang diusung kali ini adalah Al-‘Asyiq dengan judul ‘Setan Dalam Bahaya’. Salah satu spirit yang dibawa dalam tema ini tak lain adalah semangat kebersamaan dan kegembiraan pasca jeda panjang kegiatan ini.
“Kita mau berasik-asik dari vakum itu yang menyendiri akhirnya kita bertemu dengan semuanya; kawan-kawan dan sesepuh,” kata Adel.

Selain itu, dalam pentas ini, ada tiga pemeran yang saling adu peran di atas panggung. Ada Muhammad Akmal Riza sebagai Failasuf,
Muhammad Latoiful Hikam sebagai Setan dan Istri diperankan oleh Mumtaz Tsaniatuz.
Ketiga karakter tampak totalitas menjalankan perannya. Para mahasiswa yang hadir terlihat menikmati cerita yang disuguhkan di Lab Drama Fakultas Sastra UM tersebut.
Di sisi lain, Sutradara Pentas Seni ke-13, Imroatus Sholihah, S,Pd. memberi apresiasi kepada para pengurus yang masih memberi perhatian lebih terhadap program ini. Sebab Imroatus menilai, giat ini merupakan momentum untuk menjalin silaturahmi antar anggota.
Mahasiswa angkatan Sastra Arab 2016 tersebut juga memaparkan, bahwa alasan memutuskan mengangkat judul ‘Setan Dalam Bahaya’ sendiri karena merespons gejolak dunia akhir-akhir ini.
“Ini (judul) sebenarnya sudah sangat krusial sekali. Di sekitar kita ini bisa ditemukan banyaknya persoalan-persoalan yang belum selesai. Kemudian meningkat lagi semakin tinggi, ya,” ujar Imroatus kepada reporter Siarindo Media.
“Melihat di sekitar kita banyak pertikaian yang belum selesai. Kemudian adanya peperangan semakin banyak di Timur Tengah. Nah, mengangkat tema ini setidaknya kita sadar sebenarnya setan dalam bahaya ataukah memang orang-orang manusianya yang dalam bahaya,” imbuhnya.

Lebih jauh lagi, Pemimpin produksi berharap, melalui kegiatan ini, para penikmat pentas dapat menangkap pesan yang telah -disampaikan melalui karakter-karakter yang diperankan oleh anggota Al-Karomi.
“Semoga pentas studi ini dapat memberi amanah (pesan) buat ke depannya bahwa presepsi kita terhadap setan selama ini salah,” tutup mahasiswa Sastra Arab angkatan 2022 tersebut.
Selain menyuguhkan sajian teater, agenda ini juga diisi dengan dialog antara tim produksi dan para hadirin. Dalam segmen ini tim produksi dapat bertukar pendapat terkait proses produksi di balik layar pentas studi ke-13 Al-Karomi tersebut.













