SIARINDOMEDIA.COM – Memasuki hari kedua Festival Sekarbanjar 2023, budayawan Irfan Afifi mendapat kesempatan untuk mengisi dialog kebudayaan yang mengangkat tema “Mencandra Kanjeng Nabi Muhammad”.
Dalam segmen ini, Founder Langgar.co tersebut mengulik sejarah tradisi orang Jawa dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad. Mulai dari zaman Wali Songo, kemerdekaan hingga cerita orang-orang terdekat yang berjumpa secara langsung dengan Irfan.
“Izinkan saya mala mini bercerita dari pengalaman saya. Kebetulan bulan maulid ini saya menulis sebuah tulisan yang cukup panjang berjudul “Mencandra Muhammad: Bagaimana Orang Jawa Melukiskan Nabinya,” buka budayawan asal Jogja dalam diskusi tersebut.
Lebih lanjut, Irfan mengungkapkan bahwa tulisan tersebut merupakan kado yang ia hadiahkan kepada Nabi Muhammad di bulan maulid tahun ini.
“Itu (tulisan) kado saya. Kado cinta saya. Sebuah kado dari sebutir debu cinta saya dari seorang gedibal Bernama Irfan Afifi ini yang sebenarnya tidak ada artinya,” ucapnya.
“Tapi saya membayangkan dari tulisan itu, semoga sebutir debu itu sampai kepada Kanjeng Nabi Muhammad. Kira-kira gitu,” sambung alumni filsafat UGM tersebut.
Dalam kesempatan ini, Irfan memaparkan Sejarah tradisi Orang Jawa dalam merayakan Maulid Nabi dengan sangat rinci. Sepak terjang dan pengalaman yang panjang di bidang penelitian kebudayaan Masyarakat Jawa, menunjukkan bahwa keilmuan yang dimiliki oleh pria berusia 39 tahun tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.
Misalnya, penjelasan mengenai fakta tentang bagaimana cara orang Jawa merayakan dengan megah kelahiran Nabi Muhammad pada masa sebelum kemerdekaan. Perayaan tersebut Irfan menyebut sebagai siklus kosmologis “hari raya”-nya orang Jawa lama.
Di lain sisi, dialog terasa khusyuk tatkala lokasi tempat diskusi berada tepat di antara ladang jeruk dan tampat pemakaman umum RW O7 Dusun Genting.
Suara deru jangkrik dan sesekali suara motor warga yang melintasi panggung dialog, menambah nuansa pekat kebudayaan yang digagas Lesbumi Kota Malang tersebut.

Dalam dialog ini, budayawan tersebut menyimpulkan bahwa orang Jawa yang hidup dari sejak zaman pra-kemerdekaan sudah dibentuk secara revolusioner oleh Islam.
“Secara total, ini menurut penelitian di banyak Sejarah kontemporer itu menyimpulkan bahwa, orang Jawa itu sudah dibentuk secara revolusioner pandangan dunia oleh Islam,” tutup penulis Saya, Jawa dan Islam.












