SIARINDOMEDIA.COM – Guna pembekalan untuk mahasiswa baru (maba) Universitas Brawijaya (UB) Malang menggelar kuliah tamu dengan menghadirkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Prof Yasonna Laoly SH MSc PhD. Menteri Yasonna menyampaikan materi bela negara, sebagai pembekalan agar kedepan generasi muda paham akan cinta tanah air dan bangsa.
Menkumham Yasonna Laoly menjelaskan, bahwa sebagai anak bangsa harus mencintai NKRI. Pasalnya bangsa ini telah 78 tahun merdeka, yang merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan yang mengorbankan darah dan air mata. Generasi saat ini tinggal meneruskan raihan kemerdekaan. Maka berikan yang terbaik untuk bangsa dengan fastabiqul qoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
“Niscaya kedepan akan mudah mewujudkan negara yang sejahtera gemah ripah loh jinawi,” ungkap Yasonna, Kamis Kamis (14/9/2023) di Gedung Samantha Krida UB.
Di sisi lain, Menteri Yasonna melanjutkan, kekayaan keberagaman di negara ini telah diikat dengan ideologi Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Maka niscaya tidak ada ego budaya maupun ego bahasa. Dia meyakini hal ini menjadikan perbedaan tersebut sebagai nikmat yang disyukuri oleh segenap anak bangsa.
“Maka sepatutnya pula setiap kebijakan Pemerintah berdasarkan juga dengan pijakan nilai-nilai Pancasila,” ucap Menkumham.
Yasonna menghimbau kepada mahasiswa, jika ada kritik sampaikan dengan proposional. Serta hindari menyebar berita negatif, atau hoax. Karena hal tersebut rentan akan memecah belah persatuan bangsa dan negara.
Menkumham dalam Studium Generale bertema Bela Negara ini juga menyinggung mengenai upaya pemberantasan korupsi, di negeri ini. Pihaknya telah berupaya mengantisipasi segala kemungkinan pencurian uang negara. Yakni dengan menciptakan sistem pelayanan publik berbasis digitalisasi dengan transparansi tinggi.

Dalam kesempatan ini Wakil Rektor UB Bidang Akademik Prof Dr Ir Imam Santoso MP menambahkan, kegiatan stadium general bela negara ini merupakan rangkaian pembinaan maba. Saat ini jumlah keseluruhan maba mencapai 15.488. Jumlah ini merupakan terbanyak di seluruh Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia.
“Ini karena Universitas Brawijaya menjadi kampus paling diminati dan terfavorit di Indonesia,” ungkap Prof Imam.
WR UB ini melanjutkan, padahal tingkat pengetatan dalam seleksi penerimaan mencapai 2% sampai 3%. Artinya, jika jumlah yang mendaftar mencapai 100 orang, maka yang diterima cuma dua sampai tiga mahasiswa saja.
Dalam materi pembekalan wawasan kebangsaan, tidak hanya memberikan materi mengenai bela negara. Namun juga nantinya akan diberikan materi pendidilan antikorupsi, pencegahan penggunaan narkotika. Hal ini merupakan amanah dari peraturan Menteri Pendidikan yang mewajibkan pembekalan tentang bela negara kepada mahasiswa baru.
Setelah itu akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama antara Kemenkumham dengan FIA UB. Terutama dalam hal Tri Dharma Perguruan Tinggi dan bidang penelitian tentang fungsi keimigrasian.

Prof Imam juga berterimakasih kepada Kanwil Kemenkumham yang telah menggelar Expo. Dimana dalam pameran ini menampilkan layanan keimigrasian dan konsultasi hukum dan HAM. Serta pameran produk dari warga binaan dari beberapa Lembaga Pemasyarakatan.
“Agar kerjasama ini semakin erat, nantinya di kampus ini akan dibuka layanan imigrasi untuk dua ribu mahasiswa asing yang kuliah di sini,” tandasnya. (ADV/ded)













