‘BELAJAR DARI TIONGKOK’, UNIVERSITAS MA CHUNG HADIRKAN DAHLAN ISKAN

SIARINDOMEDIA.COM – Universitas Ma Chung Malang menggelar Machung Talk dengan menghadirkan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Tema yang diangkat ‘Belajar dari Tiongkok’.

Rektor Universitas Ma Chung Dr Ir Stefanus Yufra M Taneo MS MSc dalam sambutannya menyampaikan, kampus ini menggulirkan program Spirit of Exelent. Yakni semangat untuk menjadi Perguruan Tinggi yang unggul. Tiap bulan akan dihelat acara yang berbeda-beda, seperti acara ‘Belajar dari Tiongkok’.

“Tiongkok bangsa yang kini diperhitungkan di ranah global. Patut belajar dari negeri ini,” ungkap Stefanus Yufra, Jumat (8/9/2023).

Rektor Ma Chung lantas menyatakan, ada pepatah, belajarlah sampai negeri China. Maka saat ini tidak perlu pergi ke China, cukup dari narasumber yang sengaja dihadirkan universitas ini.

Mahasiswa dan sivitas akademika kampus ini diajak untuk belajar dari bangsa yang maju. Ini sebagai kontribusi Ma Chung untuk membentuk generasi unggul.

Dalam kesempatan ini Dahlan Iskan membeberkan, jika Tiongkok dapat melompat menjadi negara yang diperhitungkan lantaran flexiblelitasnya yang tinggi. Di negeri tirai bambu tersebut, komunis empat kaki yang merangkul elemen. Yakni petani, pengusaha dan penguasa serta ilmu pengetahuan.

Hingga ketika ilmu menjadi soko guru negara, maka segala sesuatu yang tidak sesuai pengetahuan tidak boleh dilakukan di Tiongkok.

Hal ini yang berat jika meniru Tiongkok mengingat bangsa ini harus tak melakukan segala sesuatu, jika tidak ada dasar ilmunya.

“Salah satu tugas berat Perguruan Tinggi adalah menyosialisasikan ilmu pengetahuan,” ungkap Dahlan.

Tujuan menyosialisasikan ilmu ke seluruh lapisan ini, agar menjadikan masyarakat Indonesia yang rasional. Tidak lagi percaya pada hal-hal klenik dan tahayul.

Machung Talk
ILMU SOKO GURU NEGARA. Dalam Machung Talk yang menghadirkan narasumber Dahlan Iskan, Universitas Ma Chung mengajak sivitas akademikanya untuk belajar dan mengadopsi hal-hal positif dari Tiongkok. Foto: Dedik Achmad

Hal senada disampaikan analisa penulis dan peneliti budaya Tiongkok Novi Basuki. Menurutnya negeri panda itu banyak melakukan perubahan selama 40 tahun belakangan ini. Sayang masyarakat memandang Tiongkok masih seperti dahulu, negara miskin, komunis dan anti Tuhan.

Padahal negara ini berubah 180 derajat. Tiongkok berubah drastis dengan memerdekan pikiran rakyat, dengan mengambil pepatah “Jika tidak mau belajar maka matilah saja”.

Author

  • Kuli tinta yang gemar rebahan sekaligus doyan makan. Namun terobsesi pengen jadi manusia yang manfaat dunia akherat.

    View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *