SIARINDOMEDIA.COM – Memproklamirkan diri menjadi calon Wali Kota Malang, Heri Cahyono ternyata punya segudang program. Tak hanya jual tampang atau cuma “bondho nekat”, namun dia juga menawarkan berbagai ide segar perubahan.
Hadir dalam Podcast di Siarindo Media dengan mengendarai vespa kesayangannya, Sam Heri Cahyono (HC) mengusung berbagai program perubahan. Gagasan akan perubahan tersebut tentunya bukan angin segar semata, namun siap dia realisasikan.
“Saya totalitas ingin mewaqafkan harta dan diri untuk perubahan Kota Malang,” ungkapnya, Kamis (31/8/2023).
Dana jutaan rupiah yang dia keluarkan untuk pencalonan ini, diniatkannya untuk infaq. Benar-benar dia niatkan untuk perjuangan, tanpa ada terbersit pun harapan untuk minta kembalian.
“Buat apa kekayaan jika tanpa prestasi. Dan prestasi yang tertinggi ialah dapat merubah ke arah kebaikan,” tandasnya.
Sam HC ingin kekuasaan dipakai untuk merubah tatanan yang salah selama ini. Jika menjadi legislatif, dia akui itu juga merupakan kekuasaan. Namun diia nilai, masih terbatas jika ingin merubah tatanan.
Sam HC menawarkan sistem kendali otomatis yang dibungkus dalam sebuah program. Dimana di dalamnya terdapat klasifikasi tiap program kerja pemerintah daerah dengan parameter tertentu. Contohnya, bidang kesehatan, maka perlu parameter sebelum dan sesudah melakukan tugas pekerjaan.
“Jika sudah di kategori B, umpamanya, maka tinggal dinaikan kinerja menuju target kategori A,” ucapnya.
Dengan begitu anggaran pembangunan tidak semata hanya berdasar serapan. Namun murni untuk peningkatan kapasitas kinerja.
Pasalnya, selama ini rapor dari kinerja tiap dinas dan Wali Kota hanya DPRD yang mengetahui. Padahal yang membiayai roda pembangunan, dana sepenuhnya dari rakyat. Semestinya rakyat harus dilapori tentang rapor kinerja Wali Kota.

Maka ketika nanti Sam HC diamanahi menjadi Wali Kota Malang, dia akan merubah sistem rapor tersebut.
Yakni lewat digitalisasi, semua kinerja perangkat pemerintahan mulai dari Lurah sampai Kepala Dinas dapat diketahui rapornya dari HP setiap warga. Sisi akuntabilitas dan transparansi dikedepankan.
“Tugas saya sebagai Wali Kota (nantinya), memfasiltasi dan sepenuhnya mendorong tiap perangkat, untuk menunjukan kinerja yang optimal,” pungkasnya.














