SIARINDOMEDIA.COM – Muhammad Umar Sidiq, merupakan mahasiswa UIN Malang yang menerapkan pendidikan karakter melalui tembang syair Padang Bulan di TPQ Al-Ikhsan Dusun Borojabung, Desa Jabung, Kabupaten Malang. Hal ini menjadi salah satu sarana baginya untuk mengenalkan nilai budaya kepada para santri serta melestarikan ajaran leluhur.
Sidiq, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa sudah 2 bulan mencoba menerapkan hal ini kepada santri dan fokus pada penguatan karakter melalui tembang Jawa.
“Saya mulai menerapkan sejak bulan Juni dan fokus lebih pada penguatan karakter melalui tembang Jawa agar para santri generasi milenial mengenal dan melestarikan seni dan budaya Jawa yang mengandung beberapa filosofis,” ujarnya saat ditemui reporter Siarindo Media, Rabu (30/8/2023).
Sidiq menambahkan, TPQ Al-Ikhsan memang didominasi oleh santri yang masih duduk di bangku SMP sehingga memang sangat penting dalam penguatan pendidikan karakter.
“Bagi saya penguatan karakter sangatlah penting ya, dalam kegiatan saya ini memang melalui tembang jawa syiir padang bulan. Mereka saya ajak untuk memaknai filosofi dalam Syiir Padang Bulan tentang bagaimana ‘noto urip sing apik’, itu khas budaya kita,” ucapnya.

Sidiq juga menjelaskan selama 2 bulan sudah menerapkan metode ini banyak hal yang sudah dirasakan santri khususnya bagi TPQ Al-Ikhsan.
“Alhamdulillah saya mengamati selama menggunakan metode ini santri mendapatkan banyak hal seperti mereka merasa dapat wawasan baru dan juga dalam pembelajaran tidak merasa bosan. Intinya saya di sini mengajak mereka untuk mengenal hal baru dan selalu semangat dalam mencari ilmu,” imbuhnya.
Metode pengajaran tembang Jawa memang menjadi hal menarik tersendiri bagi TPQ Al-Ikhsan dan ini menjadi terobosan baru sehingga muncul ide kreasi bagi santriwati. Tercatat sudah berkembang dengan kajian filosofi beberapa lagu seperti Syiir Sluku-Sluku Bathok, Lir-ilir dan masih banyak lagi tembang Jawa lainnya.













