SIARINDOMEDIA.COMĀ – Pada segmen sebelumnya, kita telah membahas ragam format game kompetisi sepak bola usia muda. Selanjutnya, kita perlu memahami tiga poin penting sebelum menggelar kompetisi sepak bola usia muda.
Pada dasarnya, kompetisi sepak bola di setiap jenjang usia memiliki pendekatan dan paradigma yang berbeda. Misalnya, pada jenjang usia 6-9/10 tahun, PSSI sudah membuat format 4vs4 yang mana para pemain akan banyak bersentuhan dengan bola, mengalami banyak momen belajar, punya ruang untuk melakukan aksi (kontrol, dribble, 1v1, shooting), mumungkinkan banyak gol sehingga menciptakan kegembiraan dan pembelajaran terstruktur menuju ke format 7vs7 dan 11vs11.
Kemudian pada jenjang usia 10-12/13 tahun yang menggunakan format 7vs7, pemain akan banyak menyentuh bola, banyak momen belajar, cukup ruang untuk melakukan aksi sepakbola eksplosif (kontrol, dribble, 1v1, passing, shooting). Formasi belajar 2 ketupat memudahkan pemain untuk bangun serangan dan lakukan pressing tanpa banyak lakukan pergerakan serta pembelajaran terstruktur menuju format 11vs11.
Di sisi lain tiga poin utama yang tak kalah penting juga perlu kita ketahui dalam gelaran kompetisi usia muda.
Pertama, kompetisi sepak bola muda bukan ajang untuk menjadi juara melainkan kompetisi usia ruang belajar untuk pemain. Selain itu pengembangan individu dalam bermain adalah segala-galanya, bukan skor akhir. Memotivasi pemain untuk berkreasi, mengeksplorasi teknik baru agar pemain tidak takut untuk berbuat salah dan berkembang. Tujuan akhir pembinaan sepakbola usia muda adalah menjadi manusia baik dan menjadi pesepakbola hebat di masa depan.
Kedua, kompetisi sepak bola usia muda bukanlah ajang Piala Dunia. Pemain harus bisa menikmati proses belajar dalam kompetisi dan sebisa mungkin tidak boleh menekan berlebihan. Hindari ekspose dan pemberitaan media berlebihan. Hindari pujian berlebihan saat menang. Hindari cacian berlebihan saat kalah.
Ketiga, kompetisi dilakukan berbasis liga akhir pekan di tingkat lokal. Tim cukup berlatih diantara satu pertandingan ke pertandingan lain (proses belajar). Durasi kompetisi panjang atau berkelanjutan dengan menggunakan waktu beberapa bulan. Jumlah pertandingan yang memadai antara 20-30 game liga dalam 1 tahun dan hadiah pemenang kompetisi sebaiknya tidak berupa uang.
Lebih jauh lagi, sejak di kompetisi ini, kita harus menanamkan sifat sportivitas pada para pemain seperti menerima apapun keputusan wasit, menghormati kawan, lawan, pelatih, staf, wasit, panpel dan penonton. Anti curi umur, anti kekerasan, anti bullying dan membudayakan salam sebagai simbol sportivitas.
Tambahan informasi, pada bulan September mendatang, Siarindo Media bersama Bank Jatim Syariah menggelar eventĀ kompetisi sepak bola antar SD/MIĀ yang bertajuk Bank Jatim Syariah-Siarindo Media Cup 2023.
Event ini akan dihelat pada 14-17 September 2023 di lapangan luar kompleks Stadion Gajayana dan diikuti ratusan peserta dan puluhan SD se-Kota Malang.
Nantinya, event ini akan menggunakan format 7vs7 dengan luas format game setengah kompetisi.












